Puluhan massa PKL dan tukang becak melakukan unjuk rasa di Stasiun KA Kediri.
Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Puluhan pedagang kaki lima dan tukang becak yang tergabung dalam Paguyuban BOSTA Kota Kediri, Senin (2/9/2024), melakukan aksi unjuk rasa di depan Stasiun KA Kediri.
Mereka menuntut pihak KAI tidak semena-mena kepada pedagang kaki lima dan tukang becak yang selama ini mengais rejeki di kawasan Stasiun KA.
BACA JUGA:
- Rayakan HUT Ke-12, Aston Madiun Salurkan Bantuan untuk Warga dan Panti Asuhan
- KAI Daop 7 Madiun dan Bank Jatim Jalin Kerja Sama, Optimalisasi Layanan dan Aset
- Ada Car Free Night di Kota, Penumpang KA Diminta Antisipasi Perubahan Akses ke Stasiun Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
Selain berorasi, mereka juga membentangkan beberapa spanduk yang bertulisan 'penataan kawasan stasiun dan sekitarnya harus humanis, minta PT KAI salurkan CSR untuk warga Stasiun secara langsung, dan yang lainnya.
Menanggapi aksi damai Paguyuban BOSTA Kota Kediri tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menyatakan menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.
Termasuk aksi damai yang dilakukan oleh Paguyuban BOSTA Kota Kediri pada tanggal 2 September 2024.
Irene Margareth Konstantine, Deputi VP Daop 7 Madiun, mengatakan bahwa penataan kawasan stasiun dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa kereta api dan masyarakat di sekitar stasiun.
"Penataan ini didukung oleh pemerintah daerah dan merupakan bagian dari program penataan kota yang lebih luas," ujar Irene, dalam rilis yang diterima BANGSAONLINE, Senin (2/9/2024).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





