Ketahui Bahaya Darah Tinggi Saat Hamil. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hipertensi gestasional atau tekanan darah tinggi saat hamil merupakan kondisi yang tidak boleh diremehkan karena bisa berujung pada komplikasi.
Perlu diperhatikan bahwa ibu hamil yang terdiagnosis hipertensi gestasional tergolong kehamilan berisiko tinggi dan perlu dimonitor oleh dokter.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Tekanan darah tinggi bisa terjadi sebelum kehamilan atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Namun, terdapat juga hipertensi yang baru muncul di usia kehamilan 20 minggu.
Maka dari itu perlu melakukan control kehamilan secara rutin, termasuk mengukur tekanan darah.
Berikut bahaya hipertensi saat hamil:
1. Berkurangnya aliran darah ke plasenta
Apabila plasenta tidak mendapat cukup darah, janin mungkin akan kekurangan oksigen dan nutrisi. Kondisi tersebut membuat pertumbuhannya melambat, bayi lahir prematur, dan bayi lahir dengan berat yang rendah.
Bayi yang lahir lebih awal berisiko tinggi mengalami gangguan napas dan komplikasi lain.
2. Terganggunya pertumbuhan janin
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




