Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, saat menyapa masyarakat.
Sebelumnya, saat apel siaga secara virtual, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa harga bahan pokok di Jawa, Bali dan Sumatera sudah terkendali.
“Meskipun beberapa masih ada yang meningkat, tapi di tiga wilayah tersebut terkendali. Sehingga, dalam menstabilkan harga, penting dilakukan kolaborasi,” katanya.
"Di Jawa beras lokal sudah mulai turun pada kisaran Rp1-3 ribu. Namun kita perlu tetap waspada karena minggu-minggu ini permintaan banyak dan bisa meningkat harga. Juga dimasa cuti lebaran tetap kita waspadai,” imbuh Mendag.
Oleh karenanya, Mendag berharap Gubernur dan Bupati/Walikota bekerja sama untuk mengendalikan harga bahan pokok.
"Agar yang makin tinggi tidak semakin tinggi dan harga murah tidak merugikan produsen. Mudah-mudahan lebaran tahun ini berjalan lancar,” ucap Mendag.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan produksi menurun. Tigal hal tersebut adalah kekeringan berkepanjangan, pupuk hanya 50% dari kebutuhan, dan sistem serta regulasi pengambilan yang dibangun belum sempurna.
“Ada regulasi yang telah getol kita kuatkan untuk keberpihakan kepada petani. Juga anggaran pupuk yang semula hanya 4,75 ton kini telah disetujui presiden untuk kembali dinaikkan menjadi 9,5 juta ton. Pupuk tidak bisa dikurangi 50%, karena jika itu terjadi, pertanian pasti berantakan sehingga seluruh sektor terdampak. Juga ada pupuk yang wajib dipenuhi tapi ditiadakan, padahal ini sangat vital. Kalau terjadi krisis pangan, maka akan sangat chaos,” jelasnya.
“Pupuk selesai dan regulasi selesai. Namun Menteri Pertanian tidak bisa berjalan sendirian. Kedepan solusi cepatnya adalah optimasilisasi lahan tadah hujan dengan pompanisasi,” ujarnya menambahkan.
Dalam apel virtual ini, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi juga menyampaikan bahwa ke depan pangan harus maju dan jaya.
“Gerakan pangan murah ini dilaksanakn hingga 9 April mendatang. Harapannya masyarakat dapat mendapatkan kebutuhan pokok jelang lebaran dengan baik,” ucapnya.
Dengan acara ini, Arief mengatakan bahwa bersama seluruh elemen strategis dalam bidang pangan bersama-sama harus mengawal Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dari Menteri Perdagangan RI.
“Kalau dari Pak Mendag Rp10.900,00. maka kita harus bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan harga tersebut. Kita akan hitung bersama untuk Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan melibatkan seluruh elemen strategis bidang pangan,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




