SMPN 1 Taman, Sidoarjo, saat menerima kunjungan Sarah Sladen, perwakilan United States Agency for International Development.
Ia turut mengapresiasi kedatangan pihak USAID yang mempunyai antusias tinggi terhadap sekolah toleransi SMPN 1 Taman Sidoarjo.
" Mereka sangat senang dan merasa bangga bahwa anak-anak seusia SMP ini sudah berani menyampaikan gagasan, ide-ide juga pendapatnya dan terlihat gembira mengikuti program sekolah toleransi disini," ujarnya.
Hal tersebut karena dilibatkannya para murid sebagai Duta dan Satgas Toleransi dimana mereka dapat membantu teman yang lain ketika mengalami kesulitan adanya miskomunikasi dengan temannya.
" Mereka mempunyai ruang persahabatan, punya Kotak Harapan yang memuat saran dan harapan anak-anak ketika mereka mengalami intoleransi dari temannya sehingga ketika masuk ke Ruang Harapan menemukan solusi dari Duta dan Satgas Toleransi," tutur Masroh.
Ia berharap, SMPN 1 Taman sebagai sekolah toleransi terus berkomitmen sesuai dengan kebijakan pemerintah dengan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta dapat sebagai masukan bagi kurikulum satuan pendidikan untuk terus ditindaklanjuti.
SMPN 1 Taman sebagai salah satu dari lima sekolah target program Komunitas BrangWetan "Cinta Budaya Cinta Tanah Air (CBCTA) II" pada tahun 2022-2023 yang mendapat dukungan dari Harmoni dan bantuan dari BrangWetan, secara resmi ditetapkan sebagai Sekolah Toleransi pada tahun 2022, dan menerima pengakuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, selain itu juga telah menjadi role model untuk membentuk lingkungan toleransi, keragaman, dan inklusi di Sidoarjo.
Sedangkan Harmoni adalah sebuah program yang berpusat di Jakarta yang dimulai pada Juli 2018 untuk meningkatkan ketahanan masyarakat Indonesia terhadap intoleransi dan bullying dengan tujuan memberdayakan masyarakat sipil dan pemerintah untuk secara mandiri mengatasi masalah tersebut.
Harmoni bermitra dengan Komunitas Seni Budaya BrangWetan dalam menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo dalam menerapkan alat dan proses yang telah dikembangkan dengan fokus pada perlindungan siswa SMP dari bahaya intoleransi dan VE di lingkungan sekolah.
Sedangkan inisiatif dalam program Cinta Budaya Cinta Tanah Air (CBCTA) BrangWetan dimulai tahun 2020-2022, dengan dukungan Harmoni, berfokus pada pengembangan Sekolah Toleransi yang diterima oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, membantu lima SMP dan lima SMA/MA menjadi laboratorium Sekolah Toleransi.
Program ini juga dimaksudkan meningkatkan kapasitas guru, siswa, dan kelompok pemuda untuk mempromosikan toleransi melalui berbagai cara, dan membangun pemahaman dan komitmen para pemangku pendidikan untuk menjaga dan memperluas Sekolah Toleransi.
Pada tahapan kedua, tahun 2022 - 2023 program CBCTA-II difokuskan kepada 3 SMP, 1 SMA, dan 1 MA, termasuk SMPN 1 Taman, yang kemudian berhasil mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Toleransi pada tahun 2022 dan 2023. Bersama dengan SMPN 1 Waru, SMPN 1 Gedangan, SMAN 1 Gedangan, dan MA Nurul Huda Sedati, lima sekolah tersebut telah menjadi model dalam membentuk lingkungan toleransi, keberagaman, dan inklusi di Sidoarjo.
Atas keberhasilan pelaksanaan program tersebut di atas maka tahun 2023 - 2024 Komunitas BrangWetan mendapat kepercayaan untuk memperluas program pembangunan toleransi ke 50 SMP di Kabupaten Sidoarjo, guna mendukung mereka untuk secara resmi berkomitmen dan mendapatkan pengakuan sebagai Sekolah Toleransi.(cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




