Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, saat memberi sambutan di Konferensi Meet Khanh Hoa-Indonesia.
VIETNAM, BANGSAONLINE.com - Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, melakukan presentasi khusus dalam konferensi Meet Khanh Hoa-Indonesia di Vietnam, Kamis (21/3/2024). Ia memaparkan sejumlah Investment Project Ready to Offer (IPRO) andalan Jatim di bidang infrastuktur yang menjanjikan bagi Vietnam.
Adapun pemaparan itu yakni, Pelabuhan Peti Kemas Internasional dan Pusat Logistik di Kota Probolinggo dengan nilai investasi Rp800 miliar atau USD 60 juta, Terminal LNG Probolinggo dengan nilai imvestasi Rp742,69 miliar atau USD 50 juta, dan Terminal Tangki Minyak Lamongan dengan nilai investasi Rp4,6 triliun atau USD 314,22 juta.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim Optimistis Target Investasi Rp147,7 Triliun pada 2026 Tercapai
- Banjir Vietnam Tewaskan 41 Orang, Ribuan Rumah Terendam
- Tak Mau Ganggu Petani Lokal, Pengusaha asal Situbondo ini Pilih Bisnis Beras Super Premium Vietnam
- Bawa Potensi Ekonomi Daerah, Hipmi Sidoarjo Lakukan Business Trip ke Vietnam
Pemaparan IPRO ini sengaja dilakukanmua dengan harapan agar ke depan kerjasama antara Jawa Timur dengan Vietnam bisa ditingkatkan di berbagai sektor. Mulai ekspor-impor, investasi, dan pariwisata.
"Investasi di Jawa Timur juga punya potensi sangat menguntungkan. Kota bisa lihat datanya, realisasi investasi kita di tahun 2023 kita mencapai Rp145,1 triliun dengan Vietnam berada di peringkat ke-49 menurut data Kementerian Investasi/BKPM RI," kata Adhy.

Untuk mendukung investasi yang ditawarkan, saat ini Jatim sudah memiliki kawasan industri yang telah ada meliputi KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Maspion Industrial Estate, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB), Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Safe "N" Lock Halal Industrial Park, serta Sidoarjo Real Industrial Estate (SiRIE).
Adapula kawasan industri pengembangan yang meliputi antara lain Kawasan Industri Salt Lake, Kawasan Industri Ploso Jombang, Kawasan Industri Maritim Lamongan, dan Madura Industrial Seaport City.
"Ini menunjukkan bahwa kami konsentrasi untuk industri dengan kawasan khusus dan dengan kebijakan-kebijakan khusus untuk pengembangan investor-investor yang masuk," ucap Adhy.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan hubungan perdagangan antara Jatim dan Vietnam yang sudah baik terjalin. Hal tersebut bisa dilihat dari kinerja ekspor dan impor antara Jatim dengan Vietnam.
Menurut data dari Kemenperin, neraca ekspor impor Vietnam menjadi urutan keempat dari transaksi Jawa Timur dengan ASEAN per Januari hingga Agustus 2023.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




