Ratusan massa saat menggelar aksi di depan kantor Bawaslu dan KPU Bangkalan sambil membawa keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi, Senin (19/2/2024).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Bangkalan menggelar aksi di depan kantor Bawaslu dan KPU setempat, Senin (19/2/2024).
Dalam aksinya, mereka menuntut penghitungan suara ulang, bahkan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS se-Kabupaten Bangkalan.
BACA JUGA:
- Siang Ini, Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan
- Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU di Bangkalan
- Kemenhaj Bangkalan: Pelaksanaan Haji 2026 Sukses, Jemaah Pulang dengan Selamat
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
Koordinator Aksi, Ahmad Annur, menyebut terdapat kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), saat pelaksanaan pemilu 14 Februari 2024 lalu. Baik pemilu untuk memilih Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Menurut Ahmad, pihak penyelenggara pemilu sudah melakukan rekapitulasi untuk menentukan pembagian suara sebelum pelaksanaan pemungutan suara.
"Ada oknum-oknum yang telah merekap suara yang akan diisi pada lempar plano perhitungan suara," ucapnya.
Ahmad juga mengungkap kecurangan lain, berupa jumlah perolehan suara yang tak sesuai dengan jumlah pemilih yang hadir.
"Seperti yang terjadi di beberapa desa, bagaimana mungkin yang hadir cuma 100 orang, namun saat di plano mereka hadir semua," paparnya.
Disebutkan, mayoritas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) tidak melakukan perhitungan suara, melainkan langsung mengisi lembar plano dan salinan C hasil suara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




