Musyawarah terkait peninggalan ulama kharismatik, Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, di Bangkalan. Foto: AHMAD FAUZI/BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah peninggalan ulama kharismatik, Syaikhona Kholil bin Abdul Latif, di Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi, belum sepenuhnya terawat. Dari 4 petilasan yang ada, yakni masjid, Perahu Sarimuna, langgar (mushola) , dan rumah, baru 2 yang dijaga, sementara rumah serta langgar masih dikuasai pihak lain.
Hal itu disampaikan K.H. Imam Buchori dalam musyawarah pemanfaatan mushola di Telaga Biru, Kamis (16/6/2026) malam. Ia menekankan pentingnya pelestarian petilasan Syaikhona Kholil, terutama setelah peringatan 1 Abad.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
“Petilasan Syaikhona Kholil di mana pun berada perlu dilestarikan, baik di luar Jawa, di Jawa, maupun di Madura, khususnya di Bangkalan,” ujarnya.
Sementara itu, K.H. Makki Nasir menyebut pengakuan sebagai pahlawan nasional harus diiringi dengan upaya serius merawat sejarah.
“Sejarah bukan hanya masa lalu, tetapi peta untuk menatap masa depan,” tuturnya.
Musyawarah dihadiri unsur Muspika Tanjung Bumi, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda Telaga Biru.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




