Alat peraga kampanye (APK) partai dan caleg bertebaran di tepi dan tengah jalan protokol di Kabupaten Gresik. Foto: dok. ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Masyarakat di Kabupaten Gresik punya cara lain untuk meraup untung pada momen pemilihan umum (pemilu) 2024.
Mereka memanfaatkan peserta pemilu, khususnya caleg yang membutuhkan suara di wilayah Gresik.
BACA JUGA:
- DPD Tunjuk Putra Mantan Ketua PDIP Gresik sebagai Ketua PAC Kebomas
- Berangkat Pelantikan, Ratusan PAC PDIP Sidoarjo Bawa Kritik soal Banjir hingga Pengangguran
- PDIP Surabaya Rayakan May Day dengan Aksi Sosial, Rangkul Ojol Perempuan
- PDIP Jatim Belum Sampaikan 18 Nama Ketua PAC Terpilih se-Gresik, Sekretaris DPC: Rencana Bulan Ini
BANGSAONLINE.com sempat mewawancarai sejumlah warga Kabupaten Gresik mengenai sikap politiknya dalam menentukan pilihan calon legislatif yang akan dicoblos pada 14 Februari.
Hasilnya, banyak warga yang mengaku akan mencoblos caleg yang memberikan serangan fajar (uang).
"Ini sudah tradisi, Mas, setiap musim coblosan (pilihan). Saya dan keluarga akan berikan hak pilih saya kepada yang kasih duit," ucap salah satu satu warga di daerah pemilihan Gresik 1 (Kecamatan Kebomas dan Gresik) kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (24/1/2024).
Senada dikatakan salah satu warga di Dapil Gresik 9 (Manyar dan Bungah). Menurutnya, serangan fajar atau uang yang diberikan calon kepada pemilih saat akan coblosan itu hal yang lumrah.
"Serangan fajar itu sudah biasa, Mas. Tak bisa dihindari oleh calon jika ingin terpilih," katanya.
Menurut ia, ada sejumlah trik yang dilakukan oleh calon kontestan untuk sama-sama menjaga kepercayaan dalam pemberian uang dan pencoblosan.
Misalnya, antara calon dan pemilih sepakat 1 suara seharga Rp100 ribu. Maka, pemberian uang dilakukan 2 kal. Yakni Rp50 ribu sebelum coblosan atau dikerap disebut uang muka, dan sisanya Rp50 ribu menjelang coblosan.
"Banyak, Mas, yang memakai cara itu. Mengapa? Karena kami khawatir dibohongi calon setelah kami coblos tak dikasih uang. Makanya kami minta di depan dan sebelum coblosan," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




