Sah! Kolaborasi 5 Tahun NU dan Unilever Perkuat Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan

Sah! Kolaborasi 5 Tahun NU dan Unilever Perkuat Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - NU Care-LAZISNU menerima donasi kemasiaan sebesar Rp1,5 miliar dari Indonesia. Bantuan kemasiaan ini kelak diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang terdampak konflik kemasiaan sesuai dengan prioritas saat ini.

Tak hanya itu, NU Care-LAZISNU dan Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi jangka panjang selama 5 tahun pada berbagai bidang.

Serah terima bantuan kemasiaan tersebut terlaksana di Gedung , Jakarta Pusat, yang dihadiri Wakil Ketua Umum , Habib Muhammad Hilal Al Aidid; Ketua LAZISNU , Habib Ali Hasan Al Bahar; Komisaris Independen Indonesia, Alissa Wahid; Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indonesia, Nurdiana Darus, serta Direktur Indonesia, Willy Saelan.

Ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan sesama umat Islam, menjadi prinsip utama yang diperjuangkan oleh Nahdlatul Ulama. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa sesama muslim ibarat satu tubuh, di mana sakitnya satu bagian tubuh akan dirasakan oleh seluruh tubuh. 

Saat ini, banyak saudara muslim yang menghadapi pergolakan akibat konflik kemasiaan, dan bantuan dari umat Muslim seluruh dunia sangat dibutuhkan. Ketua LAZISNU , Habib Ali Hasan Al Bahar, meturkan, NU selalu berupaya untuk memberi kebermanfaatan bagi umat melalui berbagai cara, salah satunya melalui NU Care-LAZISNU. 

“Untuk berkontribusi bagi lebih banyak masyarakat terutama umat muslim, kami membuka kolaborasi, donasi dan kemitraan dengan pihak-pihak yang peduli serta memiliki nawaitu yang sama, yaitu membantu meringankan beban saudara-saudara muslim kita yang membutuhkan bantuan. Hari ini alhamdulillah kami kembali menerima niat baik dari salah satu perusahaan yang sudah lama sekali ada di Indonesia, yaitu Indonesia,” ujarnya, Senin (15/1/2023).

Ia melanjutkan, NU memiliki sikap jelas dalam pembelaan nilai-nilai kemasiaan karena hal tersebut merupakan bagian dari maqashidus syariah atau tujuan-tujuan prinsipil syariah, yaitu hifdhuddin (melindungi agama); hifdhul nafs (melindungi jiwa); hifdhul aql (melindungi pikiran); hifdhul maal (melindungi harta); dan hifdhun nasl (melindungi keturunan).

Sejalan dengan penjelasan pimpinan LAZISNU , Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indonesia, Nurdiana Darus mengatakan, pihaknya merasa prihatin dan sedih atas konflik kemasiaan yang telah memakan banyak korban warga sipil. 

“Wujud keprihatinan terus kami lakukan dalam berbagai bentuk untuk memberikan bantuan kemasiaan, kali ini bersama NU Care-LAZISNU menyalurkan donasi senilai Rp1,5 miliar. Tentunya doa kami tiada henti menyertai mereka yang terdampak konflik di masa yang luar biasa sulit ini,” kata Nurdiana.

Melalui nota kesepahaman jangka panjang, NU Care-LAZISNU dan Indonesia akan berkolaborasi untuk menciptakan perubahan positif dalam mensejahterakan umat. Kolaborasi ini akan difokuskan pada 5 pilar program, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan kemasiaan, sejalan dengan inisiatif NU Care-LAZISNU selama 5 tahun mendatang.

“Semoga ikhtiar bersama ini dapat membuka pintu kebaikan dan membawa keberkahan yang lebih luas. Bukan hanya bagi pemberi dukungan dan penerima manfaat, tetapi juga menginspirasi lebih banyak pihak untuk semakin peduli kepada sesama,” ucap Ketua LAZISNU , Habib Ali Hasan Al Bahar.

Indonesia telah merealisasikan berbagai program yang melibatkan Pesantren sejak 2019. Hingga saat ini, program pemberdayaan ini telah menjangkau lebih dari 2.000 pesantren yang secara holistik bertujuan untuk menciptakan pesantren yang sehat, hijau dan berdaya. 

Beberapa kegiatan yang dijalankan, di antaranya berfokus pada penanaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan sarana penjang kepada hampir 1 juta santri selama program berlangsung. Tidak lupa, gerakan pemilahan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah di pondok pesantren, serta menciptakan agen perubahan lingkungan di pondok pesantren.

NU Care-LAZISNU, berdiri sejak 2004, telah memiliki jaringan pelayanan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tersebar di 376 kabupaten/kota dan 34 provinsi di Indonesia, serta meluas hingga 29 negara dengan partisipasi lebih dari 10 juta relawan. Lembaga filantropi ini terus menjaga reputasinya sebagai lembaga yang akuntabel, transparan, amanah, dan profesional dalam menyalurkan bantuan kemasiaan. (lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO