Debat Capres ke Tiga di Istora Senayan. Foto: Ist
Prabowo menegaskan bahwa pernyataan Anies mengenai alutsista bekas dianggap menyesatkan dan tidak layak diucapkan oleh seorang profesor. Menurutnya, alutsista bekas yang ada di Indonesia masih memiliki umur yang relatif muda.
"Jadi barang-barang bekas itu, menurut saya, menyesatkan rakyat, itu tidak pantas seorang profesor ngomong begitu. Karena dalam pertahanan, hampir 50 persen alat alat di mana pun adalah bekas, tapi usianya masih muda," ujar dia.
Kedua, ketika Prabowo merespons pertanyaan Anies tentang keterkaitan antara etika pemimpin, kemampuan menjaga pertahanan, dan kedaulatan, Prabowo menekankan kepada Anies mengenai bahaya penggunaan ambisi untuk tujuan menghasut, sambil menyebut Anies sebagai seorang profesor.
"Pertahanan ini sakral bagi kita, ini menyangkut keselamatan kita, jangan karena ambisi pribadi kita menghasut dan menyesatkan rakyat, itu etik tertinggi saudara profesor Anies Baswedan," katanya.
Ketiga, Prabowo menyoroti ketidakakuratan data yang diungkapkan oleh Anies, sambil sekali lagi menyebut Anies sebagai seorang profesor.
"Sekali lagi data-data yang Bapak pegang adalah keliru dan juga Pak Ganjar tadi juga banyak kelirunya, saya sangat transparan dan partai semua partai yang mengusung Bapak profesor Anies mendukung APBN berarti mendukung program saya, termasuk PDIP di Komisi 1," ujarnya.
Keempat, Prabowo mengklarifikasi bahwa tidak ada yang disembunyikan dalam konteks pertahanan. Prabowo kemudian menanyakan kepada Anies apakah kekurangan dalam pertahanan Indonesia seharusnya diungkapkan secara terbuka kepada publik. Dalam hal ini, Prabowo sekali lagi menyebutkan gelar profesor Anies.
"Jadi saya mengundang, kita bicara, terbuka, terbuka, silakan, tapi saya ingatkan Bapak cinta atau tidak dengan negara ini? Masak kita mau buka semua kekurangan kita semua masalah kita? Kita buka di depan umum apakah itu pantas? Di negara yang baik, di negara maju masalah rahasia ada profesor, jadi bohong saya tidak minta tertutup saya terbuka, komisi DPR terbuka," ungkapnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




