Gelar Lailatul Ijtima, PCNU Sidoarjo Paparkan Capaian Mulai dari Pembangunan hingga Perekonomian

Gelar Lailatul Ijtima, PCNU Sidoarjo Paparkan Capaian Mulai dari Pembangunan hingga Perekonomian Lailatul Ijtima dalam rangka memperingati 2 Tahun Khidmat PCNU Sidoarjo di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Lingkar Timur Sidoarjo, Minggu (17/12/2023) malam.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - menggelar Lailatul Ijtima dalam rangka memperingati 2 Tahun Khidmat di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Lingkar Timur Sidoarjo, Minggu (17/12/2023) malam.

Diketahui, selama 2 tahun kepengurusan Masa Khidmat 2021-2026, banyak capaian yang telah berhasil dilakukan. Diantaranya, rencana pembangunan gedung 7 lantai Kampus Unusida.

Menurut Ketua , KH Zainal Abidin, gedung 7 lantai Unusida akan dibangun di sebelah selatan Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Ia juga mengatakan, gedung ini menjadi bagian dari pembangunan komplek perkumpulan NU Sidoarjo. Selain sebagai gedung perkuliahan, fasilitas ini dapat digunakan untuk kegiatan NU nantinya.

“Pembangunan gedung 7 lantai ini akan dimulai pada awal tahun 2024 mendatang. Mohon doa dan dukungan agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” kata KH Zainal Abidin.

Ia menambahkan, saati ini pembangunan Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari sudah mencapai 60 persen dan sudah bisa digunakan sebagai tempat ibadah.

Masjid ini, lanjutnya, memiliki desain bangunan yang unik dengan memadukan unsur Jawa, China, Mesir dan Eropa.

"Masjid ini menjadi kebanggaan warga Sidoarjo karena menggambarkan ke-Indonesia-an dan peradaban dunia. Insyaallah masjid ini menjadi yang pertama di Indonesia memiliki unsur Jawa, China, Mesir dan Eropa karena disebut masjid Nusantara,” ucapnya.

Selain itu, dalam kegiatan itu juga dilakukan pengukuhan takmir masjid sekaligus panitia pembangunan Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Adapun yang didapuk sebagai ketua takmir masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari ialah KH Zainal Hayat dari Tanggulangin yang beranggotakan pengurus dari PCNU dan masing-masing perwakilan MWC NU se-Sidoarjo.

Ia juga menyebutkan, selama ini sudah mengikuti prosedur organisasi dan kegiatan-kegiatannya lainnya yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama (NU).

"Waktu NU Award yang dilaksanakan PWNU Jatim, dan Banom banyak yang jadi juara 1. Kita juga dinobatkan sebagai juara umum," ungkapnya.

Ia juga memaparkan, program yang telah dilakukan, diantaranya program strategis madrasah membangun madrasah. Dalam hal ini, sudah membentuk tim yang diberi nama tim tangguh yang bertugas untuk mengumpulkan dana dan mencari lokasi yang akan dibangun madrasah. Saat ini, sudah terbangun satu madrasah MINU di Desa Tambakrejo, Krembung.

juga masih memfokuskan pembangunan masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Kiai Zainal mengatakan, kedepan akan melirik tanah kavling yang ada di perumahan untuk dibangun masjid dan madrasah NU.

Selain masjid dan madrasah, juga mengelola dua klinik. Diantaranya, klinik Tulangan yang sudah berdiri dan dalam dikawal oleh dan .

Kemudian, juga membekali klinik Taman Puri yang sudah beroperasi dan sudah dilakukan akreditasi.

"Insyaallah diinformasikan dari yang melakukan akreditasi, klinik ini sudah dikategorikan bagus," kata KH Zainal Abidin.

Dari sisi Ekonomi, juga mendukung kemandirian ekonomi dengan membangun dua BMT dan sudah mengelola aset sebesar Rp5,7 miliar.

"Untuk BMT kita sudah punya dua cabang, di Porong dan Sidoarjo Kota. Dalam beberapa bulan kedepan kita akan segera dirikan cabang-cabang di MWCNU yang lain," tutupnya. (cat/rif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO