Gubernur Khofifah ketika mendampingi Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-37 Universitas Wiraraja, Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mendampingi Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-37 Universitas Wiraraja (Unija), Sumenep, Rabu (9/8/2023).
Dalam kesempatan itu, mantan Menteri Sosial itu menyampaikan komitmennya terhadap peningkatan kualitas SDM di Madura sebagaimana pesan dalam orasi ilmiah yang disampaikan Wapres RI. Komitmen ini terlihat dari berbagai program Pemprov Jatim yang menempatkan Madura sebagai salah satu prioritas dalam berbagai program pembangunan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
- Dampingi Sheikh Afeefuddin di Ponpes Genggong, Gubernur Khofifah: Pesantren Benteng Moral Jatim
- Pemprov Jatim Gelar BBGRM XXII di Malang
Khofifah menjelaskan, peningkatan kualitas SDM Madura juga terlihat dari keberadaan perguruan tinggi di Madura. Salah satunya Universitas Wiraraja Sumenep yang memiliki motto Be Global Entrepreneur with Nationality Character.
"Kami berharap akan lahir banyak SDM dari Madura utamanya lulusan dari Universitas Wiraraja yang dapat menjadi teladan, memberi inspirasi, memiliki keterampilan kewirausahaan, serta berkarakter kebangsaan dalam bidang keilmuan masing-masing. Serta dapat berkontribusi dalam persaingan global tentu dengan nafas religiusitas yang kuat," paparnya.
Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di Jatim termasuk Madura, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim bersinergi dengan Baznas Jatim melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). SKSS merupakan program beasiswa bagi keluarga kurang mampu agar mereka dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi atau sarjana.

Melalui program ini, lanjutnya, kesempatan masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan kualitasnya semakin terbuka lebar. Selain itu, program ini juga mendorong persentase Harapan Lama Sekolah (HLS) masyarakat Madura.
“Pendidikan itu pondasi dari segala pembangunan suatu daerah. Oleh karena itu penting agar masyarakat bisa mendapat akses pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Khofifah.
Menurut dia, melalui akses pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas pula. Mereka nantinya diharapkan bisa membawa perubahan dan pengembangan di berbagai sektor menjadi lebih baik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




