Gubernur Khofifah Optimis Kebun Raya Mangrove Surabaya Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Gubernur Khofifah Optimis Kebun Raya Mangrove Surabaya Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Gubernur Khofifah saat mendampingi Megawati Soekarnoputri meresmikan Kebun Raya Mangrove di Gunung Anyar, Surabaya.

Untuk diketahui, selama ini Pemprov Jatim sangat aktif dan masif melakukan penanaman mangrove. Yang hasilnya saat ini Jawa Timur memiliki kawasan mangrove seluas 27.221 Ha atau 48% dari kawasan mangrove di Pulau Jawa. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, kawasan ini merupakan yang terluas di antara provinsi lainnya di Pulau Jawa dan Bali.

"Karena kerapatan mangrove lebat kita 47,26%, mangrove sedang 46, 07% dan mangrove jarang 6,66%. Sementara potensi mangrove Jawa Timur seluas 51.557 Ha," katanya.

Ia meyakinkan bahwa keuntungan dari pemasifan mangrove akan kembali ke masyarakat. Mulai dari bentuk oksigen, penyerapan emisi CO2 yang 20 kali lebih besar dari hutan tropis, maupun lahan kerja dan ekonomi.

Sementara itu, Ibu Megawati yang juga merupakan Ketua Yayasan Kebun Raya Mangrove Indonesia serta Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa Kebun Raya ini merupakan satu dari 45 Kebun Raya di Indonesia.

"Dulu saat saya menjadi Wapres, Kebun Raya di Indonesia hanya ada 5. Sekarang sudah berkembang jadi 45. Ini tidak mudah, karena untuk menjadi Kebun Raya ada standarisasinya," katanya.

Megawati juga menjelaskan, pengadaan Kebun Raya Surabaya ini memang sudah lama dibahas. Karena selain untuk sedikit menyejukkan cuaca Surabaya yang memang panas, mangrove juga berguna untuk pencegahan bencana.

"Mangrove itu bisa memecah gelombang, jadi bisa menangkal tsunami. Dan karena akarnya kuat, tidak mudah roboh. Jadi yang seperti ini harus kita jaga bersama," pungkasnya. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO