Kepala Disdik Kabupaten Kediri, Mukhamad Muhsin (batik putih berkopiah), dan anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri, bersama peserta dialog. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar dialog interaktif dengan kepala dan komite sekolah mulai hari ini, Selasa (25/7/2023) hingga besok, Rabu (26/7/2023).
Dialog bertajuk 'Menjadi Orang Tua Yang Baik di Era Kurikulum Merdeka' itu dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri, Mukhamad Muhsin.
BACA JUGA:
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
- CJH Tertua 105 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Kediri Titip Pesan Saling Jaga
- Sengketa Proyek Griya Keraton Sambirejo Berlanjut ke Arbitrase
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri, Suryat Abdulloh, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan di Bumi Panjalu.
Apalagi dengan adanya perbedaan kurikulum, termasuk diberlakukannya Kurikulum Merdeka, maka orang tua juga diminta ambil peran terhadap pengawasan dan pembelajaran anak mereka.
"Dengan adanya kurikulum merdeka, maka orang tua (murid) kami libatkan untuk pendidikan anak-anak," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mukhamad Muhsin, sangat mengapresiasi digelarnya agenda tersebut. Ia juga menyinggung terkait dengan banyaknya angka putus sekolah di Kabupaten Kediri.
Menurut dia, pihaknya akan terus berupaya mengurangi angka anak putus sekolah (APS) di wilayah kerjanya hingga mencapai Zero APS. Ia menyebut, pengurangan jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Kediri ini sejalan dengan komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
Disdik Kabupaten Kediri, kata Muhsin, mendapat tugas mengentaskan sekitar 5.000 anak putus sekolah dan secara bertahap angka tersebut mulai berkurang menuju zero APS.
"Untuk itu, kami saat ini gencar mengenalkan kepada masyarakat program GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh). Tujuannya, agar mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu dan terancam putus sekolah bisa memperoleh beasiswa, sehingga dapat melanjutkan pendidikannya," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




