Gubernur Khofifah saat melakukan peninjauan. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI) sebagai Best Local Government Support for Cattle Practitioners.
Penghargaan tersebut diberikan berkat kontribusi besar mantan Menteri Sosial itu dalam dunia persapian di Indonesia, terutama soal penanganan wabah PMK (penyakit mulut dan kaki) pada sapi.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- May Day 2026: Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Industri dan Pekerja
“Ini buah kerja keras kita semua. Tak hanya Pemprov semata namun juga pemkab/kota serta termasuk peternak sapi di Jawa Timur. Terima kasih semua atas kerja keras dan kerja bersamanya,” kata Khofifah, Senin (24/7/2023).
Ia menjelaskan, Jawa Timur merupakan produsen sapi terbesar di Indonesia. Untuk itu, ketika penyakit PMK pertama kali muncul maka hal ini menjadi perhatian serius bersama. Sebab dibutuhkan penanganan secara komprehensif. Tidak hanya di Jawa Timur, namun juga daerah-daerah lain.
“Di Jawa Timur, vaksinasi PMK langsung kami gencarkan sejak PMK dinyatakan sebagai wabah nasional. Hingga hari ini, total sebanyak 6,1 juta dosis vaksin telah kami berikan dan telah berkontribusi sebesar 52% dari total vaksinasi PMK di Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan, hal ini semata-mata untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat selaku konsumen daging sapi. Selain itu juga untuk menjaga kepercayaan konsumen terkait kualitas daging sapi di Jatim.






