Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan inkubator dan fototerapi.
CIREBON, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan inkubator dan fototerapi gratis kepada penerima manfaat melalui Muslimat NU Cabang Cirebon. Derma dari Ketua Umum PP Muslimat NU itu diserahkan untuk masyarakat yang memiliki bayi dengan BBLR atau berat badan lahir rendah.
"Alhamdulillaah. ini dari Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, ada inkubator yang bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang melayani bayi dengan BBLR," kata Khofifah saat Harlah ke-77 Muslimat NU di Pendopo Kabupaten Cirebon, Minggu (23/7/2023).
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Ketua Pembina YKM NU itu menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian Muslimat NU terhadap upaya penurunan angka kematian bayi (AKB) yang masih perlu perhatian beberapa daerah di di Indonesia, yang mana program tersebut telah diluncurkan oleh YKM NU sejak pertengahan Februari 2020.
"Program ini akan terus disosialisasikan agar semakin banyak yang bisa mendapatkan manfaat dari bantuan ini, dan semakin banyak bayi yang dapat ditolong," tuturnya.
Khofifah menambahkan, beberapa hal yang membuat bayi BBLR atau di bawah 2.500 gram, antara lain status gizi ibu bayi sebelum dan saat hamil, berat badan ibu saat hamil, usia ibu saat sedang hamil, kondisi kesehatan ibu dan bayi prematur.
"Kalau tumbuh kembangnya terhambat, perkembangan otaknya terhambat nanti juga bisa membuat bayi ini terindikasi stunting," imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan Khofifah, selain bantuan inkubator juga dibutuhkan para relawan yang bisa memahami berbagai informasi terkait BBLR dan bayi Kuning. Sekaligus terkait pentingnya informasi terkait penggunaan inkubator.
"Sehingga ketika ada bayi lahir dengan BBLR atau terindikasi penyakit kuning, relawan tersebut bisa segera menginformasikan adanya bantuan ini sekaligus mengedukasi cara penggunaannya," terangnya.
"Mudah-mudahan program ini dapat lebih banyak memberikan manfaat dan menolong, menyelamatkan lebih banyak banyak bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan bayi Kuning," lanjutnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




