SOWAN - Menteri Khofifah saat di PP Riyadlul Jannah Pacet, Sabtu malam. (gunadhi/BANGSAONLINE)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa mengunjungi sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur, salah satunya Ponpes Riyadhul Jannah, Pacet Mojokerto, Sabtu (06/06) malam.
Dalam pertemuan di ponpes yang dipimpin KH Machfud Syaubarie itu, Mensos memberikan atensi khusus kepada 231 yatim piatu, yang tak lain pengungsi Rohingya.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Disambut Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul Salurkan 1.500 Paket Sembako dan Resmikan Masjid KHAS
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
- Di Sidoarjo, Mensos Gus Ipul Ajak Jajaran di Sidoarjo Jihad Pemutakhiran DTSEN
"Sebanyak 231 yatim piatu sebatangkara (pengungsi Rohingya). Mereka membutuhkan proses pengasuhan secara lebih kondusif. Pada sosisi itu, kebetulan jaringan pesantren kyai Machfud cukup banyak. Kita tentu berharap ada garansi pengasuhan yang kondusif, jika pada akhirnya pemerintah mengambil keputusan memberikan pengasuhan sementara bagi yatim piatu yang sebatang kara ke pondok pesantren," terang Khofifah di hadapan belasan wartawan usai ngaji syi'ir Forum Peduli Bangsa.
Menurut Mensos, terkait pengasuhan yatim piatu pengungsi rohingya, pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri.
"Saya sudah komunikasikan dengan Wapres maupun Menlu untuk bisa disiapkan pesantren yang memungkinkan bisa memberikan pengasuhan yang lebih kondusif itu," kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.
Ia menyebutkan, sudah ada 13 ponpes di Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkomitmen menampung para yatim piatu sebatang kara tersebut. "Itu di luar jaringan pondok pesantren Kyai Machfud yang cukup banyak," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




