Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat melantik dan mengambil sumpah 71 pejabat baru di lingkungan Pemkab Kediri. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Hanindhito Himawan Pramana, melantik dan mengambil sumpah janji terhadap 71 pejabat baru di lingkungan Pemkab Kediri, di Ruang Jayabaya kantor pemkab setempat, Selasa (28/3/2023).
Ke-71 pejabat baru yang dilantik tersebut terdiri dari satu pejabat fungsional ahli utama dan 70 pejabat struktural.
BACA JUGA:
- Pasar Ngadiluwih Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir 2026
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
Dalam sambutannya, bupati yang karib disapa Mas Dhito itu meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menghilangkan budaya ego sektoral dan mengutamakan budaya rembuk dan budaya kerja bersama.
"Saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten mengucapkan selamat atas dilantiknya jenengan semua. Perlu saya sampaikan, kita di pemerintahan kabupaten merupakan sebuah tim besar. Jadi, tidak bisa kita berjalan sendiri-sendiri," katanya.
Menurutnya, budaya ego sektoral sudah harus dihilangkan dan diganti dengan budaya rembuk dan budaya kerja bersama. Itu sudah harus menjadi jalan atau sikap semua harus ambil.
"Jangan sampai kalau merasa bukan menjadi urusan dinasnya atau urusan pekerjaannya terus seakan-akan enggak peduli," pesan Putra Menseskab Pramono Anung itu.
Ia lalu mencontohkan bila ada seorang camat melihat situasi di wilayahnya ada sampah, itu adalah tanggung jawab pimpinan di kecamatan.
"Jadi seperti sekarang ada Bapak Ibu Camat mungkin melihat situasi di wilayah yang ada sampah, itu (adalah) tanggung jawabnya jenengan. LH (dinas lingkungan hidup) hanya mengeksekusi," terangnya.
Dhito juga meminta para camat untuk selalu peka dengan kondisi jalan di wilayahnya. Bila menemukan jalan rusak, para camat harus segara berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini dinas PUPR.
"Bagaimana juga kalau misalkan di daerah jenengan itu jalannya masih rusak, nanti harus ada komunikasi. Makanya sekarang saya lagi kerja terus, perlu ada tim yang bisa lintas sektoral," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




