Ilustrasi.
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Para PSK (pekerja seks komersial) di Sampang tak libur meski saat ini sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan. Alhasil, MUI mengkritik kebijakan pemerintah setempat.
"Sampang harus bersih dari tempat-tempat maksiat sesuai dengan slogannya, artinya Pemkab jangan membiarkan pemilik kos-kosan atau tempat lain menjadi sarang prostitusi," kata Ketua MUI Sampang, KH. Bukhori Maksum, kepada BANGSAONLINE.com, Selasa, (28/3/2023).
BACA JUGA:
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Lepas 618 CJH ke Tanah Suci, Bupati Sampang Titip Doa untuk Daerah
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
Ia pun mendukung Satpol PP Sampanguntuk membersihkan para PSK serta menutup tempat yang dijadikan praktik prostitusi.
"Kalau sudah diberi peringatan tapi masih saja melanggar, seharusnya tidak perlu diberi peringatan atau dibina lebih pantasnya ditindak tegas," ujarnya.
MUI Sampang menilai, tindakan pembinaan dari Satpol PP kurang maksimal. Sebab, bulan kemarin saat merazia tempat kos-kosan masih ada pekerjaan sek komersial terjaring operasi. Oleh sebab itu, MUI siap mengambil sikap untuk mengahadapi pemilik tempat yang diduga menjadi sarang prostitusi.
"Kalau tindakan secara hukum mUI tidak punya wewenang. Tapi kalau pembinaan dari Satpol PP tidak diamini oleh pemilik kos-kosan MUI siap membantu memberikan pemahaman," tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




