Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat menyapa warganya. Foto: Ist
"Namun, ada persamaan dari mereka, kiprah, energi, waktu, kerja keras, semangat pantang menyerah, konsistensi, dedikasi yang mereka berikan, berujung pada output positif yang banyak membantu kehidupan kita bersama,” ungkapnya.
Sebagaimana dikutip dalam ulasan Fortune Indonesia, Bupati Kediri dinilai mengerti betul daerahnya harus bersiap jadi pintu masuk utama para pelancong ke Jawa Timur. Hal itu tak lain karena Bandara Internasional Dhoho, Kediri, yang dibangun PT Gudang Garam Tbk, bakal beroperasi pada 2023.
Dengan beroperasinya bandara, 1,56 juta penduduk di wilayahnya tak boleh hanya jadi penonton yang absen menerima dampak ekonomi. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dibangun sejak awal kepemimpinannya.
Upayanya dimulai dari hal-hal mendasar seperti perkara kerusakan jalan. Bupati yang merupakan Putra Menseskab Pramono Anung itu juga menaruh perhatian besar pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai kemudahan diberikan mulai dari percepatan pengurusan perizinan, sampai pendampingan bagi pelaku UMKM supaya lebih berdaya saing.
Terlepas dari masuknya namanya dalam daftar 40 under 40 Fortune Indonesia, menghadapi beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri yang tinggal menghitung bulan, Dhito mengakui banyak pekerjaan yang harus dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Kediri. Mulai dari penyiapan infrastruktur pendukung bandara, sampai penyiapan SDM di Kabupaten Kediri.
"Saya mohon doanya, semoga kerja keras kita menjadi amal ibadah dan juga menjadikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri," ucap bupati muda itu. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




