BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan memastikan bahwa isi video penculikan anak yang sempat beredar di media sosial WhatsApp adalah tidak benar alias hoax, Selasa (31/1/2023).
Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, bahwa video yang beredar di WhatsApp itu tidak benar, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2016 dan bukan di Bangkalan.
BACA JUGA:
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
- Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan Dirawat Usai Santap MBG
- Kos di Blega Diduga Jadi Lapak Sabu, Polres Bangkalan Amankan Pria 50 Tahun dan Puluhan BB
"Saya harap masyarakat tidak panik dengan beredarnya video itu jangan mudah percaya dan jangan takut yang berlebihan, video yang beredar itu terjadi di India, pada anak-anak yang sedang bermain layangan dan terkena oleh benangnya," ujarnya.
Selain itu ia berpesan agar masyarakat agar tetap selektif dan teliti terkait dengan isu yang berkembang tentang penculikan anak.
Kapolres juga menghimbau kepada orang tua agar senantiasa melakukan pengawasan kepada anak.
"Jika terjadi perbuatan mencurigakan dan kejahatan silahkan hubungi pihak dan koordinasikan dengan yang berwajib," pungkasnya. (mil/uzi/mar/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




