Plt Bupati Bangkalan Mohni
BANGKALAN BANGSAONLINE.com - Tingginya curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Bangkalan sejak akhir 2022 hingga awal 2023 membuat sungai di Kecamatan Blega meluap, hingga menyebabkan banjir, Senin (10/1/2023).
Banjir yang sudah dua kali terjadi pada awal bulan januari lalu menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak tiga ribu kepala keluarga terdampak musibah kali ini.
BACA JUGA:
- Sentuhan TMMD ke-128 Bangkalan di Rumah Pak Anis Hidupkan Asa di Tengah Kesederhanaan
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
- Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Bangkalan, Tekankan Agar Bedah Rumah Tepat Sasaran
- Perempuan Paruh Baya di Bangkalan Tewas, Anak Tiri Jadi Tersangka
Dalam hal ini Plt Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, penyebab terjadinya banjir di Blega akibat tingginya curah hujan sehingga volume air sungai meluap, ia menilai perlu normalisasi atau pengerukan sungai guna mencegah naiknya volume air.
"Banjir yang terjadi itu akibat meluapnya sungai di sekitar, jadi perlu di normalisasi, kami sudah bersurat ke provinsi terkait normalisasi sungai ini," ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini yang bisa dilakukan oleh Pemkab Bangkalan hanya meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan sosial, serta melakukan survei bersama dinas terkait untuk penanggulangan bencana banjir.
"Kami sudah memberikan bantuan, dan upaya lain yang dilakukan yakni menurunkan alat berat untuk Kecamatan Arosbaya sementara untuk Blega sendiri masih dalam pengecekan lokasi," ungkapnya. (mil/uzi/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




