Universitas Ciputra Terapkan Konsep Greenpreneur dalam Pengembangan UMKM Kriya Batik di Sidoarjo

Universitas Ciputra Terapkan Konsep Greenpreneur dalam Pengembangan UMKM Kriya Batik di Sidoarjo Dr. David Sukardi Kodrat, MM., CPM (Asia) beserta peserta peserta pelatihan.

Hal tersebut, ditimbulkan oleh produksi bati yang masih belum banyak disadari oleh para pengrajin batik. Sehingga, adanya edukasi kepada pengrajin batik tentang adanya pewarna alami yang ramah lingkungan, sekaligus, sebagai bahan dari dukungan terhadap konsep SDGs, pembangunan yang berkelanjutan.

"Penggunaan pewarna alam dalam produk batik, selain masalah lingkungan, juga bisa dijadikan sebagai bagian dari inovasi dan kreativitas yang bisa memberikan nilai tambah produk kriya batik yang dihasilkan, " terangnya.

Sementara itu, Rektor , Ir Yohanes Somawiharha, menyebut pelatihan tersebut berhasil meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM kriya batik, dalam hal teknik pewarnaan alami. Sehingga, dapat meningkatkan nilai tambah dari produk kriya kain yang dihasilkan.

"Sekaligus sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap permasalahan lingkungan atau keberlangsungan lingkungan hidup, " katanya.

Ia juga mengatakan, pelatihan seperti ini, perlu diperluas jangkauan dan kapasitasnya, agar semakin banyak pengrajin kriya kain yang dapat dijangkau, mengingat potensi ekonomi kreatif untuk kriya batik cukup besar di Indonesia dan akan berkontribusi dalam hal tersebut.

Pendampingan itu, dilakukan kepada 15 UMKM, berasal dari pengrajin kriya kain, dan fesyen. Proses yang dilakukan melalui beberapa tahap pelatihan, diantaranya, tahap pengenalan motif dan tren batik, teknik batik dan pewarnaan, produksi batik, hingga digital marketing.

Pelatihan itu, juga digawangi oleh dia anggota tim, yaitu, Dr Tina Melinda dan Rahayu Budhi Handayani. (ari/sis)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO