Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, saat memberi kuliah umum di Ponpes Lirboyo Kediri.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, memberi kuliah umum bertajuk 'Upaya Pesantren Dalam Mencegah Intoleransi, Terorisme, Radikalisme dan Ideologi Transnasional di Indonesia' di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (29/11/2022).
Berbicara dihadapan para Masyayikh dan mahasantri di Aula Muktamar NU Ponpes Lirboyo, Boy mengatakan bahwa saat ini sudah berkembang virus yang berbahaya selain Covid-19, yakni intoleransi.
BACA JUGA:
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
- CJH Tertua 105 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Kediri Titip Pesan Saling Jaga
- Sengketa Proyek Griya Keraton Sambirejo Berlanjut ke Arbitrase
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
"Nah, sekarang virus intoleransi, radikal terorisme juga mulai berkembang. Mindset warga negara (terutama) anak-anak muda dicoba dipengaruhi agar kita menjadi bangsa yang intoleran yaitu sikap abai atau rasa ketidakpedulian terhadap eksistensi orang lain," ujarnya.
Padahal, kata Boy, bangsa Indonesia ini dilahirkan menjadi bangsa yang bertoleransi karena sudah jelas ideologi negaranya yaitu Pancasila, sudah jelas keberagaman dalam beragama tidak ada masalah, sudah jelas perbedaan suku bangsa yang sampai 1300, tapi kita tetap kompak bersatu.
"Karena kita sudah diajarkan bahwa intoleransi yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu adalah intoleransi yang bersifat transnasional, maka kita harus hati-hati," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengajak jangan sampai dasar berpikir bangsa Indonesia yang sudah bagus kemudian harus terpengaruh dengan pola pikir yang intoleransi itu. Karena dengan berpikir intoleransi pada akhirnya dia akan naik tingkat menjadi radikal teror.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




