Wabup Gresik Aminatun Habibah didampingi Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman dan Kepala Bappeda Misbahul Munir saat rapat koordinasi dengan UGM via zoom. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Gresik terus berupaya lakukan langkah terobosan untuk mengembangkan Pulau Bawean sekaligus memberdayakan masyarakatnya.
Kali ini, Pemkab Gresik menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) dalam upaya pengembangan desa di pulau putri tersebut. Salah satunya, melalui program kuliah kerja nyata (KKN).
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Program ini diawali dengan rapat koordinasi via zoom antara Wabup Gresik Aminatun Habibah, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman, dan Kepala Bappeda Misbahul Munir, dengan pihak UGM, Kamis (3/11/2022) kemarin.
Wabup menyatakan, KKN mahasiswa UGM di Pulau Bawean akan berjalan selama 2 tahun.
"Nanti adik-adik mahasiswa akan bertempat di Desa Kepuh Teluk dan Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak. Jarak tempuh dari pelabuhan Gresik sejauh 81 mil laut atau 4 jam perjalanan dengan kapal cepat," ujarnya.
Ada beberapa poin yang jadi perhatian pada pelaksanaan KKN yang dilaksanakan tahun depan tersebut. Yaitu pengolahan sampah, hasil bumi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan penurunan angka kemiskinan.
Ia berharap melalui pengolahan sampah yang tepat dan peningkatan hasil bumi, ekonomi masyarakat Pulau Bawean dapat meningkat. Sehingga otomatis angka kemiskinan menurun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




