Ilustrasi. Foto: Freepik
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan 13 kasus gangguan ginjal akut misterius.
Kasus tersebut, ditemukan antara Januari-Oktober 2022. Diantaranya, pasien meninggal dunia sebanyak lima orang, dan enam lainnya masih dalam perawatan di RSUP Dr. Sardjito. Sementara dua orang, sudah dinyatakan sembuh.
BACA JUGA:
- Banyak yang Turun, Cek Fluktuasi Harga Sembako Yogyakarta Hari Ini 7 April 2026
- Harga Cabai di Yogyakarta Hari Ini Melorot, Khusus Rawit Naik Rp3 Ribu
- Update Harga Sembako Yogyakarta Hari Ini: Cabai Besar dan Rawit Berangsur Stabil
- Harga Sembako Yogyakarta 9 Februari 2026: Cabai, Daging Ayam dan Telur Melonjak Semua
Berdasarkan data Dinkes setempat, rata-rata penderita penyakit ini adalah usia tujuh bulan sampai 13 tahun.
Dikutip CNNIndonesia.com, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, 10 kasus belum diketahui penyebabnya, sisanya disebabkan multisystem inflammatory syndrome (MIS-C) atau komplikasi akibat Covid-19.
"Tapi yang harus ditengarai adalah urinenya tiba-tiba sedikit atau malah tidak keluar sama sekali. Itu biasanya timbul hari ketiga, kalau sudah seperti itu agak telat. Sehingga gejala ada demam atau tidak ada demam, mual muntah, diare," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengatakan, jumlah data yang dipaparkan Dinkes DIY berbeda dengan data yang sudah dirawat.
Menurutnya, jumlah pasien meninggal berdasar data RSUP Dr Sardjito bukan 5 orang, melainkan 4 orang. Masing-masing berusia 1 tahun, 1 tahun 5 bulan, 5 tahun dan 11 tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




