Terapis saat memberikan layanan kesehatan kepada salah satu korban tragedi Kanjuruhan.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Setelah personelnya melakukan sujud massal untuk meminta maaf kepada para keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, kini Polresta Malang Kota memberikan layanan trauma healing untuk korban insiden maut tersebut.
Polresta Malang Kota mengirimkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikis kepada para korban tragedi Kanjuruhan. Tidak hanya itu, tim dari Polresta Malang Kota juga memberikan layanan kesehatan berupa fisioterapi untuk pemulihan korban.
BACA JUGA:
- Rekonstruksi Pembunuhan Open BO di Kota Malang Pergakan 20 Adegan
- Open BO Maut di Kota Malang, Pelaku Ngaku Tak Mau Bayar karena Wajah Korban Berbeda di MiChat
- Polresta Malang Kota Raih Penghargaan Nasional Terbaik Ke-3 Pelaksana Quick Wins Presisi 2025
- Polresta Malang Kota Fokus Tertib Lalu Lintas di Operasi Zebra Semeru 2025
Menurut Kasatresnarkoba Polresta Malang Kota Kompol Dodi Pratama, layanan ini diberikan oleh Tim Sama Ramah (Satgas Malang Raya Trauma Healing) yang bekerja sama dengan terapis dari Griya Terapi Sehat Malang.
Tim tersebut mendatangi rumah korban untuk memberikan terapi kepada korban dengan permasalahan urat, otot, maupun persendian. Termasuk yang mengalami dislokasi.
Ada tiga orang korban yang mendapat perhatian khusus dari tim, yaitu Anisa Khotija warga Kedungkandang, Satria Bagas warga Klojen, dan Seftian Putra dari Sukun.
"Layanan fisioterapi diberikan bagi korban seperti yang dikeluhkan, yakni dislokasi, terkilir, permasalahan pada otot," ujar Dodi Pratama, Kamis (13/10/2022).
Ia berharap layanan ini bisa menjadi upaya alternatif di samping pengobatan medis yang sudah diberikan kepada korban. (dad/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




