Suasana di Pasar Hewan Tikung, Lamongan, saat kembali beroperasi.
"Setidaknya mereka harus jujur. Ketika hewan ternak ditengarai masih mengidap PMK dilarang untuk dibawa ke pasar. Untuk ini, kami juga akan kolaborasi dengan camat agar terus melakukan monitoring dan evaluasi ke seluruh unit,” ucap Umuronah.
"Dibukanya pasar hewan ini tidak lain adalah untuk menumbuhkan kembali ekonomi di Lamongan. Dengan tumbuhnya ekonomi, dipastikan akan menunjang kesejahteraan peternak yang sempat mengalami kerugian akibat wabah PMK," imbuhnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Lamongan, Muhammad Wahyudi, menyebut dua bulan terakhir PMK di Kota Soto melandai, tidak ada peningkatan. Sebaliknya, tingkat kesembuhan meningkat.
"Tercatat sampai hari ini, kasus PMK pada sapi potong sejumlah 3.782 sapi atau 75 persen dari 117 ribu populasi sapi di Lamongan. Dari jumlah itu 2.550 sudah dinyatakan sembuh. Pemberian vaksin bagi hewan ada dan setiap sapi yang sudah divaksin ada tandanya, itu sudah bisa dibawa kemana-mana karena dinyatakan aman," urai Wahyudi.
Direktur Perumda Pasa Lamongan, Suhartono, mengungkapkan pasar hewan yang dibuka tidak hanya Pasar Hewan Tikung yang buka setiap Minggu, namun Pasar Hewan Babat juga dibuka.
"Pasar Hewan Babat dibuka setiap hari Selasa. Dan jumlah sapi yang masuk ke Pasar Hewan Babat lebih banyak dibanding Pasar Hewan Tikung," ungkapnya.
Di Pasar Hewan Lamongan, jumlah pedagang sebanyak 36 orang dengan jumlah populasi setiap pasaran sebanyak 110 ekor sapi. Sementara di Pasar Hewan Babat, jumlah pedagang (bakul) mencapai sebanyak 75 orang dengan jumlah sapi sebanyak 160 ekor setiap pasaran.
Dia mengimbau, peternak, pedagang atau siapapun yang terlibat aktivitas di Pasar Hewan Lamongan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan SOP yang ditentukan oleh PD Pasar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan."Kalau semua patuh, maka operasional pasar hewan akan berjalan lancar dan berkelanjutan," pungkasnya. (qom/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




