Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (kiri), didampingi Sekda, Achmad Washil Miftahul Rachman saat meminpin one week program. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE.com
"Sehingga bisa segera diberikan kepada kelompok masyarakat yang terdampak," terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Diskoperindag Pemkab Gresik, Malahatul Fardah menyebutkan di antara tujuh bahan pokok yakni beras, telur ayam, cabai, kedelai lokal, bawang, gula pasir minyak goreng, daging dan tepung terigu, terdapat tiga bahan pokok yang berpotensi naik. Yakni, tepung terigu, cabai dan bawang terpantau mengalami kenaikan secara bertahap.
Fardah mengakui bahwa dampak kenaikan BBM pada 3 September 2022 lalu, belum terlihat pada minggu ini. Namun, Diskoperindag akan terus memantau dan melakukan berbagai langkah agar harga-harga barang pokok tidak melonjak signifikan.
"Langkah yang dilakukan adalah terus melakukan sidak untuk terus memantau perkembangan harga dengan melibatkan satgas pangan di kecamatan/desa, melakukan operasi pasar, hingga melakukan koordinasi dengan koperasi yang ada di pasar guna mengamankan stok barang," katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun cenderung rendah dan stabil. Tingkat inflasi pada tahun 2020, yakni 1,34% akibat pembatasan aktivitas masyarakat dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan rendahnya permintaan komoditas.
Kemudian, di tahun 2022 bulan Juli lalu, inflasi Kabupaten Gresik tercatat 3,74% yang secara umum masih berada di bawah angka inflasi nasional sebesar 3,85% dan angka inflasi Provinsi Jatim 3,95%. (hud/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




