Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Kediri, Wirawan, saat menunjukkan mesin ADM atau Anjungan Dukcapil Mandiri. Foto: Ist
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Kediri, Wirawan, menyebut penghargaan yang diterima merupakan apreasiasi atas komitmen bupati dalam peningkatan pelayanan pengurusan Adminduk. Bahkan, program Sahaja lekat yang telah berjalan di tingkat kecamatan, pelaksanaannya dikembangkan dengan melakukan jemput bola.
Kegiatan jemput bola dilakukan ke desa-desa dan kelompok masyarakat yang terkendala melakukan perekaman atau pengurusan dokumen adminduk. Kegiatan jemput bola itu dilakukan pula di sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman siswa yang usianya sudah masuk 17 tahun.
Hal itu tidak hanya dilakukan di hari kerja, melainkan sampai hari Sabtu dengan tujuan agar masyarakat yang tidak bisa melakukan pengurusan di hari kerja, seperti pekerja kantoran dapat melakukan pengurusan di hari Sabtu saat mereka libur.
"Ini sebagai salah satu perintah langsung dari mas bup (Hanindhito Himawan Pramana) bagaimana kita harus memberikan layanan kepada masyarakat yang mudah, cepat, dan gratis," kata Wirawan.
Penghargaan yang diberikan Ditjen Dukcapil kepada daerah yang memenuhi indikator penilaian dalam pelayanannya, seperti perekaman KTP-el 99,3 persen, kepemilikan KIA 40 persen, penggunaan kertas putih pada 18 dokumen kependudukan.
Kemudian, tanda tangan elektronik (TTE) pada 18 dokumen, layanan Adminduk secara online, pelayanan terintegrasi, kepemilikan akta kelahiran 97 persen, perjanjian kerja sama (PKS), dan akses pemanfaatan data dan penggunaan buku pokok pemakaman. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




