Tenda Perayaan Ultah Nganjuk porak poranda dihajar puting beliung. Foto: Soewandito/BANGSAONLINE
NGANJUK (BANGSAONLINE.com) - Bersamaan peringatan hari jadi kabupaten Nganjuk, Minggu (12/4) petang, sekitar pukul 17.00 wib, Kota Nganjuk disinggahi puting beliung.
Angin prahara ini, merobohkan pohon yang ada di seputaran Pendopo Kabupaten, seperti pohon di tengah alun-alun, di selatan masjid Jami, Jl dr Sutomo barat lampu traffic light, dan yang paling parah di depan kantor Dekranasada, utara Pendopo Kabupaten.
BACA JUGA:
- Puting Beliung Sapu Sawah di Kamal Bangkalan, Muncul Tiba-tiba Tanpa Hujan
- Puting Beliung Terjang Lamongan, Tiang Listrik Nyaris Roboh dan Pohon Tumbang
- Puting Beliung Terjang Pasuruan, 12 Kecamatan Terdampak, Puluhan Pohon Tumbang dan Warga Terluka
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
Bermula hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Nganjuk, sesaat setelah usai acara pawai alegoris, yang menjadi kebiasaan Kota Nganjuk, untuk memperingati hari jadi.
Angin kencang ini akhirnya menerjang berbagai pohon yang ada di seputaran Kota Nganjuk. Di selatan Masjid Agung, pohon sono cukup besar tumbang hingga merusak pagar masjid. Di tengah alun-alun pohon vinesium juga tumbang, akibatnya tenda yang rencananya untuk upacara HUT Kabupaten Nganjuk porak-poranda, sehingga petugas harus mengganti dengan memasang tenda yang baru.
Selain di dua tempat ini, angin kencang menumbangkan pohon yang ada di dekat makam Kelurahan Kauman, depan Kantor pos, jl Diponegoro depan Balai Budaya.
Yang paling parah, terjadi di depan Kantor Dekranasda. Pohon besar yang tumbang menghalangi jalan dan memutuskan kabel listrik dan juga kabel telepon. Akibatnya listrik padam sehingga jamaah salat mahrib dan isya' masjid Jami' dalam kegelapan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




