Terima Dubes AS, Menkominfo Bicarakan Forum ITU dan Kerja Sama Digital

Terima Dubes AS, Menkominfo Bicarakan Forum ITU dan Kerja Sama Digital Menkominfo, Johnny G Plate, saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y Kim.

“Pada prinsipnya, sudah waktunya Indonesia dan Amerika untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama di sektor digital. Karena memang pandemi Covid-19 sudah melandai, kita bersama-sama segera memasuki fase epidemi, maka ekonomi mulai bertumbuh secara khusus ekonomi digital,” ungkapnya.

Mengenai kerja sama satelit SATRIA-1, Menkominfo menjelaskan untuk produksi dari Thales Perancis dan juga perkembangan kerja sama setelah penandatanganan Hot Backup Satellite buatan Boeing dengan kapasitas sama dengan SATRIA-1 sebesar 150 Gbps.

“Kedua satelit ini akan diluncurkan dengan menggunakan roket Amerika Serikat, yaitu SpaceX. Jadi kerja sama di bidang ICT antara Indonesia dan Amerika sebetulnya sudah berlangsung sangat lama,” pungkasnya. 

Sementara itu, untuk Indonesia, Sung Y Kim, mengatakan Pemerintah Indonesia melalui Ke menjadi mitra strategis dalam kerja sama di bidang digital. Selain itu, juga menjelaskan mengenai dukungan terhadap kandidat Sekjen ITU.

“Salah satu isu yang kita bahas hari ini adalah tentang pemilihan Sekjen ITU yang akan datang. Saya berterima kasih kepada Bapak Menteri Kominfo atas dukungan Indonesia untuk calon kita yang sangat berkualitas,” kata Sung.

Menurut dia, Sekjen ITU terpilih ke depannya harus memiliki pengalaman, memenuhi syarat dan kualifikasi, terlebih di saat krisis pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat telah mengusung kandidat Sekjen ITU.

“Dia (kandidat Sekjen ITU dari AS) memiliki pengalaman yang sangat dalam, mampu mengarahkan dan pengalaman dalam organisasi ITU sangat dalam, dia memiliki keahlian yang hebat. Saya pikir yang lebih penting, dia memiliki jenis pendekatan untuk pekerjaan yang dibutuhkan untuk kepemimpinan ITU saat ini,” tuturnya.

menegaskan, kandidat Sekjen ITU dari negaranya dikenal sangat inklusif, mendengar dan menerima pendapat dari seluruh komunitas internasional, termasuk negara-negara berkembang.

“Saya tahu bahwa dia berharap untuk bekerja dengan Indonesia, dengan Menteri Kominfo dan timnya tentang bagaimana kita dapat membuat ITU menjadi lebih baik dan lebih kuat,” ujarnya. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO