Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan dalam acara Lailatul Ijtima' dan pengajian Kitab Al-Hikam di Institu KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Rabu (16/2/2022). Foto: Rochmat Saiful Aris/ BANGSAONLINE.com
Karena itu Khofifah sangat berterima kasih kepada para kiai, terutama kepada Kiai Asep Saifuddin Chalim.
Kiai Asep memang selalu mendokan Khofifah dan Emil Dardak. Kiai Asep juga istiqomah mendokan Presiden Jokowi dan Wapres Kiai Ma'ruf Amin.
"Kalau kita mendoakan orang lain, maka kita akan didoakan oleh malaikat. Semoga sampean juga seperti itu (doa)," kata Kiai Asep saat memberikan sambutan.
Kiai As’ad Said Ali juga memuji Kiai Asep. Menurut dia, para pengurus Pergunu beruntung punya pemimpin Kiai Asep. “Susah cari pemimpin seperti beliau,” kata mantan Wkil Kepala BIN itu saat memberikan sambutan.

Menurut dia, Kiai Asep bukan hanya seorang ulama yang dermawan tapi juga seorang intelektual yang sukses mengubah lingkungannya menjadi leibih baik.
“Dulu saya kesini belum ada apa-apa disini,” kata Kiai As’ad.
Ia lalu bercerita tentang perjuangan Kiai Asep menghidupkan Pergunu. “Dulu beliau datang ke saya saat acara PBNU,” kata Kiai As’ad. Kiai Asep ingin menghidupkan Pergunu.
“Saya sampaikan ke Pak Said Aqil (sebagai ketua umum PBNU). Karena waktu Gus Dur dan Pak Hasyim ditolak,” kata Kiai As’ad. Gus Dur dan Kiai Hasyim menolak karena saat itu secara politis, para guru SMP, SMA dan sebagainya itu pasti dan harus berafiliasi ke Golkar.
Kiai As’ad menyampaikan kepada Kiai Said Aqil bahwa situasi politik sekarang sudah berubah. Tidak lagi sentralistik Golkar. Akhirnya Kiai Said Aqil mau menerima.
“Sekarang Pergunu jadi banom terbaik,” kata Kiai As’ad Ali.
Karena itu Kiai As’ad mengaku sangat senang bertemu Kiai Asep. “Saya walau (kondisi) agak gak enak, tapi kalau ketemu Kiai Asep saya segar,” katanya sembari tertawa.
Kiai Qolyubi juga mengapresiasi Kiai Asep. “Saya datang dari Jakarta hanya ingin nanti di akhirat menjadi saksi bahwa kami rombongan Kiai Asep. Itu yang penting,” kata Kiai Qolyubi saat memberikan taushiah.
Ia juga mengaku senang dengan istighatsah yang dipimpin Kiai Asep. Karena pendek dan ada penjelasannya. “Biasanya istighatsah itu panjang,” katanya. Sehingga mengurangi keikhlasan karena melelahkan.
“Karena istighotsahnya pendek saya tadi sangat ikhlas,” katanya.
Acara itu diakhiri doa yang dipimpin Prof Dr KH Ridwan Nasir, Drs KH Muhammad Roziqi (Ketua Baznas dan Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur), dan KH Abdul Mannan dari Madura. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




