Personel TNI AL bejaga di akses yang menghunungan T1 ke T2 Bandara Juanda. foto: tempo
SURABAYA (BangsaOnline) - Penutupan akses cargo di Bandara Juanda oleh TNI AL mulai direaksi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut menyatakan, akan mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah ini.
"Rencananya, 6 April mendatang, saya akan menghadap wakil presiden. Saya ingin ikut andil dalam menyelesaikan persoalan ini," kata Soekarwo, ditemui usai pelantikan Bupati Lumajang As’at Malik di Gedung Negara Grahadi, Rabu (1/4).
BACA JUGA:
Ia minta dilibatkan dalam menangani permasalahan terkait penutupan akses kargo dari terminal 1 (T1) ke terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda oleh TNI Angkatan Laut.
Menurut Pakde, konflik internal ini membuat layanan masyarakat terganggu. “Jika ada kewajiban Angkasa Pura 1 yang belum diselesaikan, seharusnya hal itu menjadi bahasan kedua pihak," tandas dia.
“Juanda ini bandara internasional lho. Jika dibiarkan akan mempengaruhi imej Jatim. Kepercayaan yang selama ini dibangun akan gugur hanya karena gara-gara penutupan akses kargo secara sepihak,” sambungnya.
Apakah sudah ada mitra Pemprov Jatim yang complain terkait penutupan kargo ini? Pakde mengaku pasti ada, cuma tidak berani menyampaikan. “Saya yakin ada, tapi belum disampaikan dan saya belum mendengar,” ujarnya.






