Suasana musrenbang Kota Surabaya di ruang pola Bappeko. (Humas Pemkot Surabaya)
SURABAYA (BangsaOnline) - Menyongsong datangnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berharap pembangunan di Kota Surabaya tidak hanya didefinisikan dan dirupakan dalam bentuk pembangunan fisik saja. Tetapi juga dimaknai sebagai pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini pengembangan skill warga Kota Pahlawan.
Harapan tersebut disampaikan Walikota Tri Rismaharini ketika membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Surabaya Tahun 2015 dalam rangka penyusunan rapat kerja pembangunan daerah tahun anggaran 2015 di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Kamis (26/3).
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Ikut hadir dalam kegiatan tahunan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Surabaya bersama Asisten, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Surabaya, jajaran DPRD Surabaya, Bakorwil Pamekasan, akademisi dan juga utusan kecamatan.
Walikota Tri Rismaharini menekankan pentingnya pembangunan yang dikorelasikan dengan kesiapan warga Surabaya menghadapi MEA 2015.
“Saya harap pembangunan bukan hanya berupa fisik tetapi juga pemberdayaan SDM. Ini jangan hanya dimaknai pemberdayaan anak-anak sekolah, tetapi juga masyarakat seperti misalnya Usaha Kecil Menengah (UKM),” jelas Walikota Tri Rismaharini.
Menurut walikota, sangat penting untuk memperhatikan pembangunan SDM selain pembangunan fisik. Ini karena Surabaya memiliki sejumlah faktor sehingga akan menjadi sasaran investasi bagi negara-negara lain. Diantaranya, faktor banyaknya jumlah penduduk (mencapai 2,1 juta jiwa) yang tentunya menjadi pasar potensial bagi investor asing di Surabaya.
“Kita ke depan tidak akan lagi bersaing dengan kota-kota tetangga seperti Sidoarjo, Gresik atau Malang, tetapi dengan kota-kota di ASEAN. Karena itu, kita bersama harus siap menyambut MEA agar kita bisa menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri,” sambung walikota yang pernah menjadi atlet lari semasa SMA ini.
Dijelaskan walikota, Musrenbang menjadi tahapan penting dalam pembangunan daerah. Karenanya, walikota meminta agar usulan pembangunan tersebut ditindaklanjuti oleh bappeko dengan membentuk tim-tim kecil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




