Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II, angkatan 53, 54 dan 55 Tahun 2021 di lingkungan Pemprov Jatim, Sabtu (6/11). Foto: Humas Pemprov Jatim
"Sedangkan investment of human skill ini secara spesifik saat ini terutama bagi terpenuhinya kebutuhan transformasi digital. Ini menjadi hal yang begitu penting untuk birokrasi kita," imbuhnya.
Khofifah menyebutkan bahwa kiat-kiat pengembangan kemampuan seperti kediklatan, pelatihan, dan short course perlu digencarkan kembali. Utamanya, terkait bidang teknologi dan digitalisasi sistem.
"Berbagai program short course dan kediklatan menjadi sangat penting. Bukan cuma ilmu yang kita dapat, tetapi berbagai interaksi akan memberikan nilai tambah bagi keterampilan yang dibutuhkan dalam percepatan pelayanan publik," sebutnya.
Khofifah mengimbau, jangan sampai dalam kiat-kiat tersebut, terdapat sentimen-sentimen yang tidak sesuai dengan Pancasila atau pandangan NKRI. Termasuk masalah mental investment sangat penting bagi pengembangan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Saya berpesan agar saudara bisa menyerap sebanyak-banyaknya sumber pembelajaran yang nantinya dapat dikembangkan dalam skema pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, dan kebiasaan yang akan menjadi dasar untuk mencapai Jawa Timur yang maju dan unggul," tambahnya.
Kepala BPSDM Prov. Jatim Aries Agung Paewai dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan latsar bagi formasi CPNS Tahun 2019 baru saja dimulai pada Maret 2021 lalu. Itu dikarenakan masih tingginya angka kasus konfirmasi Covid-19.
Oleh sebab itu, pelaksanaan latsar bagi CPNS Formasi 2019 akan terbagi pada tahun 2021 sebanyak 10.853 orang dan tahun 2022 sebanyak 4.697 orang. Hingga November 2021 tercatat 6.156 peserta telah selesai menjalani latsar, sementara 4.697 lainnya masih menjalani latsar di berbagai tahapan.
Dia menjelaskan bahwa di setiap akhir pelaksanaan latsar, setiap peserta diwajibkan untuk membuat satu inovasi yang bisa diterapkan di lembaga tempat mereka ditempatkan.
Aries Agung Paewai juga menyampaikan, total lebih dari 5.000 inovasi telah dihasilkan oleh peserta latsar CPNS. Seluruh inovasi tersebut disebutnya merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Latsar model blended ini merupakan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal, baik di tempat pelatihan dan di tempat pelatihan serta di tempat kerja.
Model ini diyakini mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan sekaligus membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi) serta merasakan manfaatnya dan terpatri dalam dirinya sebagai karakter pegawai negeri sipil.
Di hadapan gubernur dan peserta latsar, Aries menegaskan, bahwa BPSDM Malang siap menjadi posko bencana alam banjir bandang Kota Batu.
"BPSDM Malang siap jika ditunjuk sebagai tempat posko relawan, tempat menampung masyarakat yang terkena bencana, hingga posko bahan logistik yang dibutuhkan bagi masyarakat," tutupnya.
Untuk pelaksanaan pembelajaran klasikal sendiri, Pemprov Jatim melalui BPSDM Prov. Jatim telah menyediakan enam lokasi, yaitu Kampus Stesia, Hotel Sinar 1 Surabaya, Ponpes Saifulrahman, Gedung Islamic Center Surabaya, Gedung BPSDM Jatim Malang, serta Wardes Mojokerto. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




