Kiai Muhibbin Sayangkan Adanya Usaha untuk Halangi PCNU Surabaya Jadi Peserta Muktamar NU ke-34

Kiai Muhibbin Sayangkan Adanya Usaha untuk Halangi PCNU Surabaya Jadi Peserta Muktamar NU ke-34 PCNU Kota Surabaya saat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tasyakuran Hari Santri Nasional 2021, di kantor PCNU setempat, Kamis (21/10) malam. foto: YUDI A/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya KH Ahmad Muhibbin Zuhri menyayangkan adanya usaha untuk menghalangi PCNU Kota Surabaya untuk menjadi peserta ke-34.

Hal itu ia katakan saat menyatakan sikap menyambut ke-34 yang akan digelar di Lampung pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang.

"Ini adalah Surabaya, tempat lahirnya Nahdlatul Ulama. Kok cek ndak pantese (Kok tidak sepantasnya), PCNU di tempat kelahirannya, mau tidak diikutkan Muktamar," tegas Kiai Muhibbin saat menggelar peringatan Muhammad SAW sekaligus  2021, di kantor PCNU setempat, Kamis (21/10) malam.

Ia mengungkapkan bahwa hal itu dapat dibuktikan dari usaha-usaha sistematis dari kelompok atau oknum-oknum di PWNU Jawa Timur maupun PBNU untuk menghambat SK pengesahan kepengurusan PCNU Kota Surabaya hasil konferensi yang diselenggarakan oleh Karteker PBNU pada tanggal 6 Maret 2021.

"Padahal, seluruh prosesnya sudah sesuai dengan AD/ART NU dan peraturan lain yang berlaku. Semuanya sudah on the track, sudah sesuai aturan. Tapi ya namanya jelang Muktamar, ya biasa ada hal-hal seperti itu," ungkapnya kepada awak media.

Muhibbin menuturkan bahwa suara ulama NU di Kota Surabaya terkait Muktamar ke-34 tidak bisa diwakili sepenuhnya oleh PWNU (Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama) Jawa Timur (Jatim). "Kita semuanya punya hak yang sama," tuturnya.

Dalam pernyataan sikap tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Ahlul Halli Wal 'Aqdi untuk menentukan kepemimpinan di PBNU masa khidmat 2021-2026. "Dalam hal ini, kami mempercayakan kepada Hadlratul Masyayikh," ucap Muhibbin.

(Ketua PCNU Kota Surabaya KH Ahmad Muhibbin Zuhri memberikan potongan tumpeng kepada Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, disaksikan oleh perwakilan seluruh MWC NU se-Kota Surabaya yang hadir)

Muhibbin menjelaskan bahwa di dalam berorganisasi, pihaknya memahami posisinya yang berada di bawah PWNU Jatim, dan yang di atasnya lagi yakni PBNU. Namun, ia mengingatkan bahwa masing-masing organisasi tersebut memiliki hak yang sama.

"Hak itu jangan sampai dihilangkan hanya karena kepentingan politik. Hanya karena kepentingan yang sempit untuk mencalonkan seseorang atau kelompok orang. Jangan lah! Kita sehatkan organisasi ini. Soal siapa yang terpilih (ketua PBNU) kita serahkan saja kepada Ahlul Halli Wal 'Aqdi," pesannya.

Terkait Peringatan 2021, Muhibbin mengatakan, hal itu sebagai refleksi dari peran santri terhadap berdirinya NKRI. Ia berharap para santri bisa meningkatkan kapasitasnya, keilmuannya, serta berorganisasi dengan baik. Hal itu supaya santri bisa mengambil peran yang strategis di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dengan ilmu, skill, kapasitas yang memadai, maka insyaallah generasi-generasi kita nanti, dengan dibimbing oleh keilmuan ulama yang lurus itu, insyaallah akan bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik," harapnya.

Dalam tasyakuran yang berlangsung secara sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) itu, Ketua PCNU Kota Surabaya KH Ahmad Muhibbin Zuhri memberikan potongan tumpeng kepada Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, disaksikan oleh perwakilan seluruh MWC NU se-Kota Surabaya yang hadir. (ian)

Berikut ini Pernyataan Sikap Menyambut ke-34 yang ditandatangani oleh seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kota Surabaya, tertanggal 14 Rabiul Awal 1443 H / 21 Oktober 2021 M.

Simak berita selengkapnya ...