“Sebagai kader partai saya siap, tinggal mengikuti mekanisme partai saja. Apa perintahnya saya laksanakan,” ujar Ratih.
Ratih yang juga dosen sosiologi Universitas Wijaya Kusuma (UWK) ini bersama dengan mantan ketua DPRD Surabaya, Muchammad Machmud disebut Plt ketua DPC Demokrat Surabaya, Suhartoyo sebagai calon yang akan ditawarkan Demokrat pada partai lain untuk diusung pilwali Surabaya yang diselenggarakan pada Desember mendatang.
Pada sebuah kesempatan SUhartoyo mengaku telah diperintahkan ketua DPD Demokrat jatim untuk mendekati sejumlah partai. Demokrat juga sudah melakukan komunikasi dengan calon-calon yang kuat untuk diusung. Dari internal ada dua calon yang layak untuk diusung yaitu Muchammad Machmud, Anggota DPRD Surabaya dan Ratih Retnowati, Wakil Ketua DPRD surabaya.
“Mahmud dan Ratih adalah dua kader terbaik partai demokrat di Surabaya. Tingkat elektabilitas dan popularitasnya tidak diragukan lagi, sehingga keduanya layak untuk dimunculkan dalam bursa Pilwali Surabaya,” kata Suhartoyo.
Namun demikian, Ratih menegaskan belum secara khusus dipanggil DPC maupun DPD untuk mempersiapkan pencalonan. Menurutnya pencalonan ini merupakan hasil evaluasi sementara pihak DPC terkait siapa kader potensial yang bisa diajukan dalam pilwali.
“Belum ada pembicaraan khusus, beritanya juga saya tahu dari media. Mungkin hal ini disebabkan karena menurut DPC kader potensial yang bisa diajukan adalah saya yang merupakan peraih suara terbanyak pemilu 2009 dan pak Mahmud di pemilu 2014, “ terangnya.
Saat ditanya rencana berkoalisi dengan partai atau calon mana, Ratih menegskan hal itu belum menjadi ranahnya menjawab. Sebab, belum ada komunikasi plitik secara resmi yang dilkukan Demokrat dengan partai lain. “Jangan tanya saya dulu. Sementara ini yang melakukan komunikasi adalah partai. Jadi tanya ke partai dulu,” pintanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




