Ini Tanggapan Bupati Lamongan Terkait 10 Warganya yang Ditangkap Kepolisian Turki

Ini Tanggapan Bupati Lamongan Terkait 10 Warganya yang Ditangkap Kepolisian Turki Bupati Lamongan saat menanggapi 10 warganya yang ditangkap Kepolisian Turki. foto: Haris/BangsaOnline.com

"Minimal tau tujuan dan kemana perginya," akunya.

Lamongan. "Kami menghimbau dan berharap kepada warga yang akan bekerja di luar daerah atau bahkan ke luar negeri agar ada tujuan yang jelas, kemana dan mau apa," akunya.

Dan dalam waktu singkat Pemkab dibantu Polri / TNI akan lakukan operasi kependudukan berupa Oprasi Yustisi.

"Langkah preventif ini akan dilakukan untuk menertibkan data kependudukan," tandasnya

Sebelumnya, hasil pendalaman yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) terhadap Lurah Blimbing/Paciran Toha Mansur, disebutkan sekitar pertengahan Februari 2015, Ririn Andriani beserta tujuh orang anaknya meninggalkan rumahnya, berpamitan ke Banyuwangi.

Ririn Andriani sendiri menuju Banyuwangi diantar oleh Tiara, adik iparnya yang juga istri dari Muhammad Hidayah, terduga teroris yang tertembak mati di Tuluangagung.

Namun kemudian muncul informasi Ririn beserta anggota keluarganya ditangkap kepolisian Turki.

Dikatakan oleh Toha Mansur, berkembang informasi di Kelurahan Blimbing bahwa suami Ririn, yang telah lebih dahulu pergi meninggalkan rumah, di duga telah berada di Syiria.Sedangkan ketujuh anak Ririn itu adalah Agha Rustam Rohmatullah, ALya Nur Islami, Qorin Munadiyatul Haq, Ikrimah Waliyurrohman, Jauza Firdausi Nuzula, Nayla Syahidah dan Abdurrahman Umarov.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO