”Tidak ada maksud kami menimbun beras di pelabuhan, karena waktu beras kami pindah dari bulog, cuaca laut sedang tidak normal, dan tidak ada kapal yang mau mengangkut beras tersebut,”elaknya.
Disinggung soal jumlah beras yang tidak sesuai dengan keterangan bagian perekonomian, Ilham berdalih beras yang 6 ton sudah diambil oleh pemiliknya yakni Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, dengan menggunakan perahu sendiri. Sedangkan sisa beras sebanyak 24 ton yang masih numpuk di pelabuhan, akan dicairkan perahu yang siap dan berani mengangkut kekepulauan.
Beras itu nantinya akan diberikan kepada empat desa, yakni Desa Saur Saebus, Pagerungan besar, Sadulang Besar dan Paliat. Namun, meski beras tersebut sudah ada daftar penerimanya, sebagaimana tertulis dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM), beras tersebut akan diberikan secara merata pada masyarakat, karena daftar di DPM banyak yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
”Beras itu akan kami bagi rata pada masyarakat, karena di DPM banyak yang tidak sesuai fakta di lapangan,” terangnya.
Sedangkan Kabag Perekonomian Setkab Sumenep Moh. Hanafi, sudah memerintahkan agar beras itu segera didistribusikan ke penerimanya. Sehingga masyarakat yang berhak, dapat menikmati beras tersebut.
”Saya sudah perintahkan beras itu segera didistribusikan, dan informasinya sudah diangkut menggunakan perahu,” pungkas Moh. Hanafi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




