Hj. Lilik Hendarwati, Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya. foto: istimewa
"Ini wajib, bila tidak maka akan sangat rawan. Namanya anak-anak khususnya anak SD. Sebab bila tidak maka akan sangat berbahaya. Di jeda kepulangan mereka berinteraksi dengan pihak luar sekolah tanpa masker," kata anggota Komisi C ini.
Lilik juga meminta sekolah melibatkan komite sekolah dalam pelaksanaan PTM. Di mana peran komite sangat diperlukan untuk membantu ketersediaan fasilitas prokes yang ada di sekolah.
"Ingat sebagai kota besar, pelaksanaan PTM di Surabaya prokesnya harus ketat dibandingkan daerah lain. Komite sangat diperlukan. Sebab nantinya komite bisa memberikan bantuan melalui orang tua siswa yang mampu guna melengkapi sarana prokes yang kurang. Mengingat anggaran sekolah juga terbatas," jelasnya.
Selain itu yang tidak kalah penting surat pernyataan orang tua tidak keberatan bila anaknya ikut PTM. Ini juga butuh keterlibat komite sekolah agar pihak sekolah tidak memaksa bila ada orang tua yang anaknya tidak diizinkan ikut PTM.
Dirinya memahami banyak orang tua dan siswa menginginkan bisa segera melakukan PTM. Mengingat sudah lebih dari setahun pembelajaran daring dengan segala kerepotan dan kebijakan serta adaptasi yang selama ini dijalani banyak orang tua wali murid dan siswa.
"Dari hasil saya turun ke lapangan memang ada pro-kontra. Tapi yang pro untuk melakukan PTM sangat banyak. Di mana mereka sudah sangat menginginkan PTM segera dilaksanakan," pungkasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




