Warga Desa Gununggangsir Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan saat menggelar aksi demo menutup akses jalan desa setempat, Jum’at (6/10) siang.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Belasan warga Desa Gununggangsir Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menggelar aksi demo menutup akses jalan desa setempat, Jum’at (6/10) siang.
Sambil membawa poster dan bambu yang digunakan untuk memblokir jalan, mereka meminta agar penyekatan kendaraan di Bundaran Gempol oleh petugas segera diakhiri, karena dinilai tidak efektif. Sebab akibat Bundaran Gempol ditutup, kendaraan justru melintas di jalan-jalan kampung hingga kerap menimbulkan kemacetan.
BACA JUGA:
- Meriahkan HUT ke-80 RI, Pemuda Legok Gotong Royong Gelar Festival Budaya Nusantara
- Pelaku Pelemparan Bom Molotov ke Pos Lantas Pandaan Ditangkap Polres Pasuruan
- Aliansi Mahasiswa Cipayung Geruduk Kantor DPRD, Bupati Pasuruan: Kami Tidak Tutup Mata
- Ponpes Waha Bangil Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
Kemacetan hampir terjadi setiap hari, utamanya di perempatan Gununggangsir pada petang hari. Beberapa kendaraan besar dan panjang yang hendak melaju ke Pasuruan dan sekitarnya banyak melintas di jalan alternatif guna menghindari penyekatan di Bundaran Gempol.
"Kendaraan dari luar yang hendak ke Pasuruan dan sekitarnya banyak yang beralih ke jalan-jalan dusun termasuk di ruas Talun-Gununggangsir," ujar Eko Prasetyo, warga Gununggangsir.
“Kita minta penyekatan dibuka saja, biar kendaraan tidak lewat sini, karena kerap menimbulkan kemacetan terutama kendaraan panjang banyak,” jelasnya.
Kapolsek Beji Kompol Ahmad yang mengawal jalannya aksi demo, membenarkan bahwa warga menuntut agar penyekatan di Bundaran Gempol dibuka, lantaran menjadi biang kecamatan di perempatan Gununggangsir.
"Karena banyak kendaraan besar yang hendak ke Pasuruan dan sekitarnya memilih lewat sana (perempatan Gununggangsir) untuk menghindari penyekatan," jelasnya. (bib/par)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




