Zaini Wer Wer saat dikonfirmasi di Kantor NGO Jalan Jokotole, Pamekasan.
Zaini merasa dirugikan atas pencatutan tersebut. "Iya kalau kualitas pekerjaan konstruksinya bagus dan sesuai RAB, kalau tidak? Kan saya yang jelek," ujarnya geram.
"Saya kecewa kalau nama saya dicatut oleh oknum rekanan yang seolah-olah pekerjaan itu milik saya, mungkin dengan harapan agar pekerjaannya itu tidak disorot oleh media dan LSM," ungkapnya
Atas sejumlah temuan dari beberapa anggotanya itu, Zaini Wer Wer menginstruksikan kepada semua LSM agar memantau semua kegiatan pekerjaan proyek yang diduga bermasalah.
"Rekanan siapa saja yang masih mencatut nama saya, kalau perlu laporkan dan tulis kalau memang ada yang tidak beres dengan pekerjaannya. Karena itu tidak benar dan saya sudah lama tidak bekerja proyek," jelasnya.
Tidak hanya baru-baru ini nama Zaini Wer Wer dicatut oleh oknum rekanan. Diakuinya, pencatutan nama juga pernah terjadi pada tahun 2019.
Bahkan dirinya baru sadar kalau namanya sering dicatut berdasarkan penuturan dari aktivis LSM. "Nah kalo begitu jelas ini merugikan, dan akan melahirkan fitnah di internal kami dan di beberapa OPD atau di jajaran Dinas di Kabupaten Pamekasan," pungkasnya. (pmk1/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




