Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono (kiri) didampingi Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Ratmoko Budi saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Polres Kediri akan memberikan vaksin Covid-19 pada para tahanan yang saat ini sedang mendekam di tahanan Polres Kediri. Di Polres Kediri saat ini ada 135 orang tahanan. Mereka semuanya akan mendapatkan vaksinasi.
Hal ini disampaikan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. Kapolres memastikan, bahwa mereka selama ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dimasukkan ke tahanan. Termasuk di-swab antigen untuk memastikan mereka negatif Covid-19.
BACA JUGA:
- Forkopimda Kabupaten dan Kapolres Kediri Turun ke Kampung, Siapkan Solusi untuk Warga Rentan
- Mediasi Kasus Penggelapan Motor di Polres Kediri: Pelaku Janji Kembalikan dengan Dicicil 3 Bulan
- Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Waris Rp10 Miliar di Kediri Belum Tetapkan Tersangka
- Kapolres Kediri Resmikan SPPG 3 di Lahan Polsek Kandat
"Semua tahanan apabila akan masuk ke ruang tahanan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan baik itu antigen maupun kesehatan yang lain," kata AKBP Lukman Cahyono, Sabtu (31/7).
Lukman Cahyono berharap dengan pemeriksaan kesehatan ini tidak ada penyebaran Covid-19 di tahanan. "Dalam waktu dekat ini, kami sudah merencanakan akan memberikan vaksin (Covid-19) kepada seluruh tahanan yang berjumlah 135 orang," imbuhnya.
Menurut Lukman, rencana pemberian vaksinasi kepada tahanan ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya, karena bseluruh kalangan masyarakat Indonesia memang berhak mendapatkan vaksinasi itu.
"Seperti masyarakat pada umumnya, sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, para tahanan akan melewati beberapa tahapan seperti screening, pengecekan suhu tubuh, dan pemeriksaan tekanan darah," tambahnya.
"Bila semua proses vaksinasi dilalui dan dinyatakan layak, maka akan dilanjutkan dengan penyuntikan dan observasi. Kegiatan vaksinasi ini, nantinya juga sebagai bentuk upaya untuk mempercepat program vaksinasi nasional yang dicanangkan pemerintah," tutup Lukman Cahyono. (uji/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




