Bupati Gus Yani bersama Wagub Emil saat mendampingi Menteri Desa Abdul Halim memberikan keterangan pers. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) memiliki tekad kuat untuk segera mungkin menuntaskan penanganan Kali Lamong agar tak kembali banjir.
Setiap bertemu tokoh nasional, Bupati Gus Yani menyampaikan progres penanganan Kali Lamong. Seperti saat bertemu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar pada sebuah acara dialog di Balai Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Sabtu (26/6/2021).
BACA JUGA:
- Dampingi Gus Yani, Thoriq Jabat Sekretaris dan Nadlir Bendahara PDIP Gresik 2025-2030
- Konfercab, Megawati Tunjuk Gus Yani Jadi Ketua PDIP Gresik 2025-2030
- Perbaikan 2 Titik Tanggul Anak Kali Lamong di Cerme Gresik Ditarget Rampung Tiga Hari
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
Bupati mengungkapkan, bahwa penanganan Kali Lamong yang membentang sepanjang 62 kilometer di wilayah Kabupaten Gresik sudah dilakukan. "Soal Kali Lamong, ada dana Rp 100 miliar dari Balai Besar Wilayah Solo (BBWS). Saat ini sudah mulai dikerjakan di wilayah Kecamatan Cerme," ungkap bupati.
Pada kesampatan ini Gus Yani juga mengungkapkan sejumlah program yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menangani sebaran Covid-19. Terkait pandemi Covid-19, menurutnya ada 2 hal yang menjadi prioritas, yaitu kesehatan dan pemulihan ekonomi. "Insya Allah dengan sinergi akan bisa diwujudkan," jelasnya.
Gus Yani juga menyampaikan potensi yang dimiliki Kabupaten Gresik, salah satunya budi daya ikan bandeng. "Ada 8.000 ton ikan bandeng dalam perputaran setahun yang perputaran uangnya hampir mencapi Rp 1 triliun. Ini potensi yang juar bisa," ungkapnya.
Selain itu, di Kecamatan Bungah ada songkok nasional yang sudah masuk pasar Timur Tengah. Dan, masih banyak potensi lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




