PEDULI: Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengawali fogging di Kwadengan Sidoarjo, Selasa (15/6/2021). (foto: MUSTAIN/BANGSAONLINE)
BHS lalu bercerita, bagaimana masifnya penyemprotan pencegahan Covid-19 yang dilakukan pada masa Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono maupun saat Wabup Nur Ahmad Syaifuddin (almarhum).
"Aktif banget, sampai saya bersama-sama Almarhum Cak Nur, banyak-banyakan kita nyemprot seluruh wilayah Sidoarjo. Dan jangan sampai kita berhenti sekarang ini," harap Penasihat Utama PT DLU tersebut.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kwadengan RT 01/RW 01 Purnami menyatakan, ada dua warga Kwadengan yang terkena demam berdarah. Dia pun berharap baksos fogging yang dilakukan oleh BHS, bisa diikuti pihak lainnya.
"Harapan kami dari RW 01, penyemprotan tidak berhenti di sini, namun ada penyemprotan lainnya, termasuk dari tim Covid-19," cetus Purnami yang suaminya menjabat Ketua RW 01 Kwadengan.
Ketua RT 01 Kwadengan Siswandi menyatakan berterima kasih atas kepedulian BHS yang melakukan fogging di lingkungan RT 01 RW 01 Kwadengan. Selama ini, pihaknya pernah melakukan fogging dengan dana swadaya warga. "Kami pernah inisiatif melakukan fogging dengan memakai dana kas RT," ungkapnya.
Hal itu dilakukannya, karena pihaknya merasa ribet terkait pengajuan fogging melalui puskesmas maupun kelurahan setempat. "Saya pernah laporan ke puskesmas dan kelurahan, katanya surat-suratnya harus lengkap. Terus menunggu beberapa hari. Itu kejadian dua tahun lalu. Prosedurnya ribet kalau ke pemerintah," keluh Siswandi. (sta/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




