Rabu, 28 Juli 2021 20:38

​Tangkal Covid-19, Warga Arosbaya Rajin Dzikir dan Burdah

Senin, 14 Juni 2021 08:11 WIB
Editor: mma
​Tangkal Covid-19, Warga Arosbaya Rajin Dzikir dan Burdah
Satgas Covid-19 Arosbaya Bangkalan menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah penduduk. foto: bangsaonline.com

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Banyaknya korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Kecamatan Arosbaya Bangkalan Madura menimbulkan ketakutan luar biasa. Saking takutnya ada famili meninggal pun tak berani takziyah karena takut tertular virus Covid-19.

Setidaknya, inilah pengakuan Hj. Yeni Susilowati, warga kampung Paserean, Kecamantan Arosbaya Bangkalan Madura kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (13/7/2021) tadi malam. Ia mengaku tak datang nyelawat ketika familinya di Desa Berbeluk Kecamatan Arosbaya meninggal dunia.

“Saya gak datang (takziyah). Tapi kelurganya sudah memaklumi,” kata Yeni. Menurut dia, di keluarga familinya itu dua orang meninggal.

Ia bercerita bahwa sekarang warga jarang keluar rumah, kalau tak ada keperluan penting. “Saya belanja ke pasar pun tiga hari sekali. Saya beli telur lalu saya taruh kulkas,” tuturnya. Itu pun pilih waktu pagi saat orang belum ramai. Padahal dulu Yeni belanja tiap hari ke pasar.

BACA JUGA : 

Bulog Bangkalan Salurkan 74.837 Ribu Ton Beras ke Penerima PKH dan BST

Pengusaha Rendah Hati, Nyumbang Rp 2 Triliun ke Kapolda Sumsel, untuk Apa?

Terima Laporan PMII Bangkalan Soal Temuan Jual Beli Bansos, Begini Respons Bupati

Dipermalukan, Menteri Kesehatan Bakal Mundur atau Bertahan?

Menurut Yeni, situasi sekarang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dulu, tutur Yeni, warga Paserean sangat abai terhadap protokol kesehatan. “Sekarang semua pakai masker,” katanya.

Mereka sekarang juga selalu menghindari kerumunan. Padahal dulu sebelum Covid-19 menyerang secara ganas di Arosbaya mereka biasa menggelar acara seperti mantenan, meski sudah ada imbauan dari pemerintah agar tak berkerumun.

Menurut Yeni, di Paserean tak banyak korban. “Yang parah kan di Arosbaya,” kata Yeni. Cuma ia tak tahu berapa korban meninggal di Arosbaya. “Saya tahunya kan di kampung saya saja, di Paserean,” tutur Yeni. Paserean ini bertetangga desa dengan Arosbaya. Tapi satu kecamatan yaitu Kecamatan Arosbaya.

Sekarang, kata Yeni, warga Paserean banyak mengamalkan dzikir dan salawat. Terutama burdah. Agar selamat dari Covid-19.

“Ada burdah keliling,” katanya. Maksudnya, beberapa orang berkeliling kampung membaca salawat sembari memohon kepada Allah SWT agar selamat dari wabah Covid-19. Tentu mereka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, terutama pakai masker danmenjaga jarak aman.

Burdah adalah qasidah yang berisi salawat puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Burdah banyak diamalkan oleh warga NU.

Dalam catatan Wikipedia, Burdah diciptakan oleh ulama sufi besar dari Mesir bernama Imam Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Nama lengkapnya Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri. Selain menulis Burdah, Al-Bushiri juga menulis beberapa qashidah lain. Di antaranya Al-Qashidah Al-Mudhariyah dan Al-Qashidah Al-Hamziyah.

Penciptaan Burdah ini ada sejarahnya. Suatu ketika Al-Bushiri menderita sakit lumpuh sehingga tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Lalu dibuatnya syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafa’atnya. Di dalam tidurnya, Al-Bushiri mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian dia melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke tubuh Al-Bushiri. Saat ia bangun dari mimpinya, seketika itu juga ia sembuh dari lumpuhnya.

Maka para ulama lalu banyak mengamalkan Burdah ciptaan Imam Al-Bushiri itu. (tim)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...