Kamis, 29 Juli 2021 09:24

Bupati Anna Mu'awanah Ajak Masyarakat Hindari Pernikahan Dini

Kamis, 10 Juni 2021 18:21 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Eky Nurhadi
Bupati Anna Mu
Bupati Anna Mu'awanah saat menghadiri acara penyuluhan hukum di Pendopo Kecamatan Kepohbaru, Kamis (10/6/2021). (foto: ist)

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah mengajak masyarakat untuk menghindari perkawinan anak usia dini atau di bawah 17 tahun. Hal itu karena dampak dari perkawinan dini banyak sekali, mulai ekonomi, sosial, hingga masalah kekerasan fisik.

Menurut bupati, seluruh aturan terkait perkawinan, perlindungan anak, dan peraturan terkait lainnya telah ada, namun yang menjadi persoalan selama ini adalah penerapannya di masyarakat kurang efektif.

"Sehingga di sini pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk memahamkan dampak negatifnya baik dari sisi kesehatan, psikis, hingga kesejahteraan," ujar Anna Mu'awanah saat menghadiri acara penyuluhan hukum di Pendopo Kecamatan Kepohbaru, Kamis (10/6/2021).

Kata dia, pemerintah tidak berkehendak untuk menghentikan perilaku pernikahan dini, namun dia mengajak bersama mencegahnya, mulai tingkat pemerintah, lingkungan, hingga tingkat keluarga.

BACA JUGA : 

Terpapar Virus Corona, Bupati Bojonegoro Kerja dari Rumah Sakit

Bupati Bojonegoro Terpapar Virus Corona, Jalankan WFH

Bojonegoro Terapkan PPKM Darurat, Sekolah Daring hingga Warung Makan Hanya Layani Delivery

Mutasi di Tengah Pandemi, Bupati Bojonegoro Minta Pejabat Selalu Semangat

"Mari memberikan pendampingan, pemahaman kepada putra putrinya, dan menjamin pendidikan secara maksimal," terangnya.

Selain berdampak pada ekonomi maupun psikologis, pernikahan dini juga bisa berdampak pada kelahiran bayinya yang stunting atau tidak tumbuh normal. Hal itu akibat reproduksi ibu bayi belum sempurna.

Sementara itu, acara yang diselenggarakan Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro ini rencananya akan dilaksanakan empat kali di beberapa kecamatan, sebagai upaya Pemkab Bojonegoro untuk terus menekan angka pernikahan usia dini.

Sesuai Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, pencegahan pernikahan dini penting dalam rangka menjamin kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat.

Perlu diketahui, mengutip data dari Pengadilan Agama Bojonegoro, tercatat per 1 Januari s/d 31 Desember 2020 Permohonan Dispensasi Kawin sebanyak 607. Kemudian, 1 Januari hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 302 Permohonan Dispensasi Kawin diajukan. Angka tersebut dihimpun dari 28 kecamatan, di mana seluruh kecamatan terdapat Permohonan Dispensasi Kawin. (nur/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...