Bupati Gus Yani didampingi Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo dan pejabat Forkopimcam saat penyerahan bantuan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) di hari kedua kunjungan kerja (Kunker) di Pulau Bawean, bertemu ulama, kiai, tokoh masyarakat (tomas), dan masyarakat di Kecamatan Tambak. Acara yang dikemas Rembuk Akur itu digelar di Pendopo Kecamatan Tambak, Rabu (9/6/2021).
Ada sejumlah program dan gagasan yang disampaikan oleh bupati kepada masyarakat Bawean. Mulai ajakan untuk menggeliatkan pariwisata domestik, penyerahan bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM), bantuan kepada yatim dan para keluarga pra sejahtera, serta bantuan pembuatan gula aren dan minyak kelapa.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik dan Dewan Komitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan Poros Desa
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
Pada kesempatan ini, bupati juga menggagas pembangunan jalan poros tengah (JPT), yang menghubungkan Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak.
Camat Tambak, Agung Endro Dwi Setyo Utomo menyatakan, di wilayahnya banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Mulai wisata alam yang masih asri, maupun wisata bahari.
"Kami sangat mendukung langkah Pak Bupati Gus Yani yang terus memberikan support agar potensi wisata yang ada bisa dikelola untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Di wilayah Kecamatan Tambak, lanjut Agung, juga banyak beragam budaya, seni, dan makanan yang layak dijual kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bawean. "Sehingga, bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian warga," terangnya.
Terkait gagasan pembangunan jalan poros tengah (JPT), Gus Yani mengatakan akan menjadi pelengkap jalan yang menghubungkan 2 wilayah di Kecamatan Tambak dan Sangkapura selain jalan lingkar Bawean (JLB) yang sudah ada.
"Saya akan mengumpulkan semua pihak yang berkompeten untuk mematangkan rencana pembangunan jalan tersebut. Tentunya jalur tengah ini waktu tempuhnya dari Sangkapura ke Tambak lebih cepat karena jaraknya akan lebih pendek ketimbang melewati jalan lingkar Bawean," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




