Seorang peternak sapi perah sedang memeras susu.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Peternak sapi perah di Kabupaten Madiun telah ada sejak tahun 1995 silam. Mereka telah beberapa kali mendapat pembinaan dari pemerintah.
Salah satu peternak yang pernah dibina adalah Warsono. Ia bersama istrinya melakukan rutinitas sebagai peternak sapi perah di Dukuh Jetak, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
BACA JUGA:
- Pemkab Madiun Larang Pelaku Usaha Buang Sampah ke TPA Kaliabu
- Fokus Cegah Korupsi dan Konflik Kepentingan, Pemkab Madiun Gelar Seminar PBJ Berintegritas
- Jelang Natal 2025, Bupati Madiun Tinjau Gereja dan Pos Pengamanan
- 1.080 Sapi Perah dari Australia Didatangkan di Jatim, Gubernur Khofifah: Tingkatkan Produksi Susu
Warsono menuturkan jika sekarang memiliki sapi perah sebanyak 6 ekor dengan usia 3 ekor sudah dewasa dan 3 ekornya lagi masih anakan. Selama ini, ia melakukan pemerahan secara manual. Pemasaran juga dilakukan sendiri.
"Saat ini pemerahan kita lakukan secara manual saya dan istri. Untuk awalnya dulu penjualan kita lakukan sendiri dan yang kita jual masih berbentuk susu sapi murni. Sempat kita beri perasa tapi kurang peminatnya," ungkap Warsono.
Sebagai petunjuk bahwa dirinya menjual susu sapi, Warsono memasang banner di depan rumahnya dengan tulisan "Susu Sapi Segar Madiun".
Adapun hasil perah harian dari tiga sapi dewasa itu sekitar 30 liter. Namun akan menurun saat ada yang bunting.
"Satu ekor sapi menghasilkan 10 liter susu murni, saya jual Rp 3.000 per 100 ml-nya dan Rp 10.000 per liternya," jelas Warsono.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




